08-12-2011, 06:34 PM
[spoiler=PT. KAI Minta Tiap Perlintasan Di Jabodetabek Dibuat Flyover/Underpass]
Jakarta - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan meminta pemda-pemda di daerah Jabodetabek untuk membuat jalur underpass atau flyover di tiap pintu perlintasan kereta api. Bukan tanpa alasan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus memenuhi target mengangkut 1,5 juta orang per harinya.
"Kita sudah usul pada pemda-pemda setempat untuk menutup bidang perlintasan. Karena kita juga akan menambah volume perjalanan," ujar Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan dalam jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2011).
Rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah gerbong kereta dari 400 unit menjadi 1.400 unit. Jika tidak ada flyover/underpass, kemacetan akan semakin menjadi-jadi.
"Dengan begitu, tiap 3 menit akan ada kereta yang datang ke tiap stasiun. Kalau perlintasan tidak ditutup, kan bisa bikin macet," ungkapnya.
Tak hanya urusan peningkatan daya angkut, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan membersihkan pedagang-pedagang asongan di peron setiap stasiun. Kedepannya peron juga hanya diisi calon penumpang kereta.
"Jadi kita harap tidak ada lagi yang berdagang di setiap peron. Selain itu kita akan bikin peron tersebut jadi 1 pintu, sehingga tiap peron hanya diisi penumpang kereta," kata Jonan.
[/spoiler]
"Kita sudah usul pada pemda-pemda setempat untuk menutup bidang perlintasan. Karena kita juga akan menambah volume perjalanan," ujar Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan dalam jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2011).
Rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah gerbong kereta dari 400 unit menjadi 1.400 unit. Jika tidak ada flyover/underpass, kemacetan akan semakin menjadi-jadi.
"Dengan begitu, tiap 3 menit akan ada kereta yang datang ke tiap stasiun. Kalau perlintasan tidak ditutup, kan bisa bikin macet," ungkapnya.
Tak hanya urusan peningkatan daya angkut, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan membersihkan pedagang-pedagang asongan di peron setiap stasiun. Kedepannya peron juga hanya diisi calon penumpang kereta.
"Jadi kita harap tidak ada lagi yang berdagang di setiap peron. Selain itu kita akan bikin peron tersebut jadi 1 pintu, sehingga tiap peron hanya diisi penumpang kereta," kata Jonan.
