08-12-2011, 11:15 AM
perlu dipahamin, bahwa PTKA gak bisa menggunakan APBN untuk mengembangkan prasarana dan sarana kereta.... memang dari dulu gitu. Yang selama ini make kan dephub, dimana nanti pengelolaannya dipake sama PTKA..... Selama ini kl PTKA katanya gak bisa benerin sinyal, wesel, rel, termasuk stasiun karena itu masih dimiliki oleh Dephub, dengan perpres ini katanya PTKA boleh melakukan apa saja karena status pengelolaannya diberikan ke mereka, jadi nanti kl mo renov stasiun gak perlu izin ke dephub dulu.
Perpres ini cuma mengatur area Jabotabek dan KA Bandara Cengkareng, gak melebar ke Daop 1 atau seluruh indonesia. Jadi PTKA bisa bebas mo ngapain aja di wilayah ini, walaupun sebagian besar wilayah Daop 1 ada di Jabotabek.
Cuma masalahnya, dengan pengelolaan seperti ini berarti PTKA jadi penguasa di sini. Padahal UUKA maunya prasarana ma sarana dipisah kelola oleh perusahaan yang berbeda (walaupun statusnya mungkin anak perusahaan PTKA). Tapi di satu sisi, lebih asyik juga... kl ada apa2 terdakwanya jelas..... gak bisa ada alasan, gak bisa diperbaiki karena miliknya dephub.... Tapi di sisi lain, ya siap2 aja banyak kebijakan yang lebih komersial dimana kurang memperhitungkan aspek masyarakat.........
Perpres ini cuma mengatur area Jabotabek dan KA Bandara Cengkareng, gak melebar ke Daop 1 atau seluruh indonesia. Jadi PTKA bisa bebas mo ngapain aja di wilayah ini, walaupun sebagian besar wilayah Daop 1 ada di Jabotabek.
Cuma masalahnya, dengan pengelolaan seperti ini berarti PTKA jadi penguasa di sini. Padahal UUKA maunya prasarana ma sarana dipisah kelola oleh perusahaan yang berbeda (walaupun statusnya mungkin anak perusahaan PTKA). Tapi di satu sisi, lebih asyik juga... kl ada apa2 terdakwanya jelas..... gak bisa ada alasan, gak bisa diperbaiki karena miliknya dephub.... Tapi di sisi lain, ya siap2 aja banyak kebijakan yang lebih komersial dimana kurang memperhitungkan aspek masyarakat.........
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
