05-12-2011, 07:25 AM
Quote:[spoiler=Rute KRL Melingkar Diterapkan Hari Ini (05-12-2011)]
TEMPO.CO, Jakarta - Meski uji coba selama empat hari diwarnai amburadulnya jadwal, pola operasi melingkar (loop line) untuk pengoperasian kereta rel listrik Jabodetabek secara resmi tetap diberlakukan mulai hari ini. Penumpukan penumpang di sejumlah stasiun akan diatasi dengan menambah rangkaian kereta. "Kami akan menurunkan petugas untuk membantu penumpang di stasiun transit," kata juru bicara PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I , Mateta Rijalulhaq, kemarin.[/spoiler]
Sebagai hasil evaluasi masa uji coba, Mateta menjelaskan, penambahan gerbong kereta diberlakukan untuk empat jalur, yakni Bekasi - Manggarai, Tanah Abang - Serpong, jalur penghubung Manggarai - Tanah Abang, dan jalur penghubung Stasiun Senen - Jatinegara. "Kami menambah rangkaian guna mencegah penumpukan penumpang," ujar dia.
Penumpukan penumpang antara lain dipicu oleh lamanya menunggu kereta datang. Sekretaris Perusahaan PT Kereta Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran, mengatakan jalur Bekasi - Manggarai mendapat penambahan satu rangkaian kereta pada pukul 07.02. Untuk jalur Tanah Abang - Serpong, ada satu rangkaian kereta tambahan pada pukul 17.30. Dengan cara seperti ini, diharapkan penumpang akan terangkut semua.
Adapun untuk jalur penghubung Manggarai - Tanah Abang dan penghubung Senen - Jatinegara disediakan rangkaian kereta, khusus untuk perjalanan kereta pada jam-jam sibuk. "Kami berharap tak ada lagi penumpukan penumpang mulai besok (hari ini)," kata Makmur.
Makmur menambahkan, secara bertahap pihaknya akan mengganti warna gerbong kereta agar penumpang tak bingung menentukan kereta di stasiun-stasiun transit. "Kami sudah ada contoh tiga rangkaian kereta yang warnanya diganti dan dilengkapi informasi jalur yang dituju," katanya.
Kepala Stasiun Manggarai, Suratman, mengakui penerapan sistem pola melingkar belum lancar. Upaya meminimalkan pertemuan antar kereta di satu titik alias memotong wesel belum efektif sehingga masa tunggu atau headway tujuh menit belum tercapai. Faktor lainnya, ada beberapa jadwal kereta yang terlalu cepat dan tidak pas dengan jam sibuk. "Akibatnya, banyak penumpang tidak terangkut," ujar Kepala Stasiun Duri, Acep Kusnadi.
Kepala Stasiun Tanah Abang, Agus Wibisono, yakin penumpang tidak akan bingung memahami rute baru kereta. Selain ada penambahan rangkaian dan perubahan jadwal, "Kami melakukan pengumuman terus-menerus mengenai kedatangan dan keberangkatan kereta," ujar Agus.
