30-11-2011, 06:41 AM
(29-11-2011, 07:51 PM)Bangunkarta Wrote:(29-11-2011, 12:30 PM)kabei Wrote: kalo mo dialihkan via rel ya tanya dunks ke operator, mau ga mereka mengubah mental??mangtab nih masukan dari pakdhe kabei... persoalan yang ada dalam perusahaan tersebut sebenarnya ini.. selama operator hanya menunggu pelanggan datang, tanpa ada inisiatif untuk jemput bola atau memberikan hal-hal yang bersifat nyata tentang keunggulan KA dalam palayanan angkutan barang...... dan selama ini mereka selalu merasa dibutuhkan, sehingga hanya diam dan menunggu pelanggan yang datang untuk memakai jasa mereka..... nah ketika kondisi mulai sulit, mereka bingung ga tau mau ngapain... yang akhirnya melakukan beberapa tindakan yang konyol
mo disubsidi berapapun kalo tetep mengharapkan pelanggan datang tanpa mau jemput bola ya pengusaha tetep aja pake truk....
OK.. balik ke truk barang ya.....
selama ini, setahu saya, yang mau kirim barang harus mengantar sendiri barangnya ke terminal barang PT KA dan PT KA tinggal angkut ajah itu barang, dan setibanya, harus mengambil sendiri barang tersebut di terminal PT. KA...
sebagai ilustrasi, saya pernah mengirimkan pesanan konveksi ke Jombang dan kediri, ga banyak seh cuman 120kg... nah dari saya ambil barang, saya musti anter ke stasiun... nah di stasiun itu tetep aja saya pake jasa ekspedisi yg kerjasama ama kereta.... dan begitu barangnya sampai, rekan kami juga yg harus mengambil barang tsb ke agen perusahaan ekspedisi di stasiun, lah rekan tsb musti ngambil di stasiun Jombang.... memisahkan pesanan buat teman2 di Jombang dan Kediri, soalnya kalo pake kereta ke Jombang dan Kediri, repot..kudu ngambil barang di stasiun Jombang dan Stasiun Kediri ..... nah selanjutnya, jujur kami kapok menggunakan ekspedisi KA, dan kami lebih memilih menggunakan truk karena:
1 - ekspedisi yg punya truk mau mengambil barang (jemput bola) di titik tertentu... mis: di Metro tenabang, mereka punya pos di Lt. 5, dan mereka bahkan mau ambil barang yg kita titipin di sebuah toko ato banyak toko, tercecer dan disatukan untuk dikirimkan ke tujuan kita.. pokoknya saya pake jasa dia, dia yang ambil barang saya
2. kami ga perlu ambil kiriman tersebut di agen perush ekspedisi.... karena perush. expedisi mengantar ke destinasi yang sesuai dalam alamat dalam perjanjian pengiriman barang, bahkan barang kami diantar ke destinasi yang berlainan pun bisa meskipun hanya memakai satu paket pembayaran (Jombang-Kediri-Nganjuk itu masuk zona Jatim xxx versi-nya dia)... pokoknya konsumen tahu beres
Artinya perusah ekspedisi menawarkan nilai lebih yakni kepraktisan bagi konsumen... memang pengiriman pake truk lebih lambat satu hari dari kereta, namun bagi konsumen ga ribet, yang penting konsumen tahu beres..... nah selain dari banyak asumsi kelebihan pengiriman barang pake kereta dari perspektif kereta api..... seharusnya PT KA bisa meyakinkan konsumen, keunggulan pengiriman barang pake KA itu apa sih nilai lebihnya dibanding pake moda pengiriman lain.... sebuah keunggulan yang nyata untuk konsumen loh, bukan dari perspektif hemat BBM, polusi, truk ngerusak jalan dll... kalo hal-hal tersebut seh konsumen ga mau tahu....
konsumen cuma mau tahu, apa seh keunggulan mengirimkan barang via KA bagi konsumen dibanding via truk, dan kenyataan selama ini perusahaan pengiriman barang via truk menawarkan kepraktisan, dimana konsumen tahu beres
ya, semoga aja operator ada keinginan untuk meningkatkan pelayanan... toh selama ini persoalannya kan cuma ADA atau TIDAK nya keinginan meningkatkan pelayanan toh
CMIIW
setau saya jasa expedisi KA ( herona,LNP,dsb) jg bisa kok anter paket sampe alamat tujuan,tergantung permintaan dari pelanggan,,sebelum transaksi pengiriman biasanya ditanyakan setelah nanti barang sampai stasiun tujuan apakah akan diantar atau diambil sendiri ke stasiun,,

