28-11-2011, 12:42 AM
(27-11-2011, 04:15 PM)mas_bagus_ajah Wrote:(26-11-2011, 01:13 PM)azu Wrote: 1. Pihak ATPM/ perusahaan otomotif. dalam hal ini mereka sudah melakukan investasi yang tergiolong besar, sehingga mereka punya kepentingan terhadap keberlangsunga penjualan produk mereka,, yang notabene adalah pesaing dari KA. Tentu saja pemerintah akan memuluskan usaha mereka agar investasi mereka tetap berlangsung di negara kita.
Kok saya jadi tertarik untuk mengomentari point ini....
Di negara maju industri otomotif dan KA bisa "go hand in hand" alias bekerja sama. Banyak sekali mobil-mobil baru diangkut dari pabriknya ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api, sebelum didistribusikan ke dealer.
Juga banyak para pakar otomotif (seperti pak Hendra Noor Saleh dari majalah Autobild) yang mendukung peningkatan kualitas layanan KA. Hal ini karena dianggap bisa mengurangi kepadatan jalan raya, dan mengurangi emisi gas buang.
Saya juga kepikiran, mengapa kok pabrik otomotif tidak kepikiran untuk mengadakan angkutan KA pengangkut mobil untuk angkutan yang sangat jauh, seperti Jakarta-Surabaya, daripada harus dibawa sejauh itu pakai truk terbuka.
Juga analisa produsen mobil yang mengantagoniskan layanan KA itu, feeling saya, adalah peninggalan jaman tahun 1950an dan 1960an di Amerika...
kalau menurut saya, untuk Indonesia saat ini antara industri otomotif dan perkeretaapiaan nampaknya tidak saling mendukung.. sebelum kepada industri otomotif yang notabene adalah Swasta, kita bisa lihat Pemerintah yang juga terkesan tidak mendukung KA.. ini dikarenakan membangun dan mengembangkan perkeretaapian dibutuhkan modal yang besar bagi negara berupa sarana dan prasarana..
sedangkan untuk industri otomotif, justru kitalah yang disuntik modal dari negara asing (terutama Jepang) sehingga iklim investasi membaik, selain itu negara cukup menyediakan prasarana untuk mendukung transportasi berbasis otomotif ini, dalam hal ini jalan raya, jembatan, dsb..
salah satu yang sering kita dengar: mengapa begitu mudahnya membangun Jalan Tol yang jelas tanah yang dibutuhkan lebih luas dan investasinya juga sama besarnya dibandingkan mengembangkan KA, misalnya double-double track Manggarai Cikarang dan double tracking Jawa?
Ini dikarenakan investasi Tol dianggap lebih cepat balik modal dan pihak swasta pun mau untuk berinvestasi.. dengan membangun tol, maka awalnya perjalanan akan terasa lancar.. kemudian penjualan kendaraan otomotif pun akan meningkat sehingga ATPM akan diuntungkan.. kemudian dari peningkatan tersebut pengguna jalan tol pun akan meningkat sehingga operator Jalan Tol akan mendapat keuntungan.. tetapi tentu hal ini tidak akan berlangsung seterusnya, karena suatu saan apabila telah mencapai puncak dari kapasitas maksimum Jalan, maka akan terjadi stagnansi.. untuk mengatasinya maka dibuatlah Jalan Tol baru lagi,, sehingga membentuk lingkaran setan yang tidak berujung..
(Contoh Kasus yang telah terjadi adalah di Jakarta, dimana pembangunan jalan tol baru yang terus dilakukan.. padahal sudah banyak kota metropolitan di dunia yang meninggalkan pembangunan Jalan tol, tetapi membangun angkutan massal, karena Jalan tol telah dianggap gagal mengatasi masalah kemacetan di kota besar)
sedangkan untuk pembangunan KA, pemerintah harus mengeluarkan modal yang sangat besar untuk sarana dan prasarana, ini diakibatkan tidak adanya pihak swasta yang mau berinvestasi dalam perkeretaapian Indonesia.. sulit pihak swasta untuk ikut membangun KA kita apabila pemerintah juga terkesan tidak mendukung KA kita.. salah satunya adalah mengenai pemisahan prasarana dan sarana dari PT.KA yang belum jelas sampai saat ini, ini salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah kita terhadap pengembangan KA..
-----------------------------------------------------------
tentu banyak pakar, seperti yang disebutkan mas Bagus, yang mendukung KA.. akan tetapi apakah pemerintah mendukungnya? karena dukungan dan keseriusan pemerintahlah yang diutamakan terlebih dahulu..
Sedangkan negara maju itu kebanyakan adalah sistem perekonomiannya adalah kapitalis, dimana perekonomiannya bebas dan negara tidak ikut campur.. tentu saja disana kedua industri, otomotif dan KA, akan saling mendukung karena sama2 membutuhkan.. dimana untuk angkutan Barang melalui KA adalah yang utama dibanding jalan raya, dan industri otomotif pun butuh sarana untuk mengangkut hasil produknya yaitu melalui KA..
selain itu, mungkin ini juga bergantung pada kebijakan suatu negara.. misalnya, untuk angkutan barang antarkota tidak diperkenankan melalui jalan raya maka industri otomotif pun akan menggunakan KA sebaga sarana transportasi angkutannya, karena tidak mungkin mengangkutnya melalui jalan raya..
Just my 2 cents..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.
![[Image: v7sagz.jpg]](http://i48.tinypic.com/v7sagz.jpg)
My Name in QR-Code
![[Image: v7sagz.jpg]](http://i48.tinypic.com/v7sagz.jpg)
My Name in QR-Code

