26-11-2011, 12:31 PM
(26-11-2011, 12:23 PM)ady_mcady Wrote: kalo saya sebagai pengamat (kayak nonton bola aja, hehehe), melihat operator yang satu ini sepertinya sudah mulai merubah "formasi bertandingnya", dari yang sebelumnya 60%:40% penumpang, ke 40%:60. barangkali karena di kereta penumpang sudah "lempar handuk" kalah oleh bus dan pesawat atau jalan tol, sehingga lebih fokus ngurusi barang.
Saya rasa itu tidak aneh. Karena angkutan barang pake KA itu lebih mudah mendapat untung.
Ini ada beberapa hasil pengamatan saya tentang keuntungan KA barang daripada KA penumpang:
-barang tidak bisa rewel jika KA terlambat (asalkan bukan perishable atau livestock).
-kenyamanan perjalanan adalah faktor yang bisa diabaikan, asalkan keamanan dijaga.
-ketepatan waktu barang diukur dari hari, bukan jam atau menit seperti KA penumpang.
-Anda bisa mengangkut barang jauh lebih banyak dari penumpang di dalam gerbong barang, sementara omzet tiap item bisa sama besar dengan omzet satu penumpang.
