28-10-2011, 05:28 PM
(28-10-2011, 02:59 PM)dtRAiNeR Wrote:(28-10-2011, 01:04 PM)b777 Wrote:(28-10-2011, 12:01 PM)adinugroho Wrote:(27-10-2011, 01:24 PM)CC203 35 Wrote:(27-10-2011, 12:28 PM)adinugroho Wrote: Kalau taspat ABA apakah lebih tinggi dibanding dgn KA satwa? Contoh KA 4 dari GMR ke SMT menyusul KA Harina. Berarti kecepatan Harina lebih rendah dibanding ABA, selain prioritas sinyal hijau tentunya.
Kalau awal-awal berangkat sampai kira-kira 10 menit sih masih lebih rendah, sekitar 50-60 Km/jam. Biasanya ABA nyusul Harina di Petarukan atau Pemalang dan menurut pengalaman gw sih Ka Harina saat itu memang berjalan pelan, tapi langsung digeber hingga 98Km/jam (GPS)
Kalau ngga salah Gapekanya sih ABA nyusul Harina di CKP waktu pindah lok, tapi realisasinya sih udah lewat CKP baru disusul. Tapi KA Argo yg lain kan juga sering nyusul KA yg kelasnya di bawah. Contoh (sori OOT) pas naik Cireks ke GMR disusul Gopar di Kosambi. Pas naik Sindoro berangkat telat dari GMR, nyusul Bima di Tanjungrasa, gw naik Harina ke BD juga pernah disusul Dwipangga di JTB... Dulu2 juga kalo naik Kamandanu ke SMT suka disusul ABA di petak Batang-Kalibodri
So berarti apakah ada pemberlakuan taspat khusus untuk kelas Argo??
Taspat berlaku untuk semua KA yg lewat di lintasan tsb. Yg mungkin beda adalah kemampuan masing2 KA atau jenis gerbong/suspensinya. Kalo nggak salah rangkaian ABA K9 bisa dioperasikan s/d 120 km/j.
Betul, bukan karena taspat saja. Tapi itu pengaruh dari nomor KA. KA Argo itu kan nomornya paling tinggi, sehingga tidak aneh apabila KA-KA kelas Argo bisa menyalip KA-KA dengan kelas yg lebih rendah. Bahkan, bisa terjadi susul-menyusul diantara sesama KA kelas Argo, dilihat dari nomor perkanya.
Secara teori begitu, tetapi tidak selamanya hal ini berlaku dalam praktiknya. Apalagi dalam situasi suatu KA akan bersilangan dengan KA yg lain. Siapa yg duluan mendapat sinyal aman, dia yg berhak menang silangan.
Yang dimaksud mas Adi Nugroho itu perbedaan taspat antara Ka yg disusul dan menyusul. Untuk Ka yang disusul taspat saat berangkat wajar kalau pelan karena perbedaan petak masih dekat.
Back to topic

