27-10-2011, 01:47 PM
(27-10-2011, 01:30 PM)Adolph Wrote: makanya jadi confusing, coz bisa ada dua lok dari jenis yg sama dan nomor individunya juga sama..apa gk malah jadi bias tuh? dan kenapa ketika masih berada dalam proses penggantian sistim penomoran tiba2 ganti lagi sistem penomorannya, pdhal pd fase awal2 penggantian sistem penomoran modelnya sperti pada kasus cc 201 77 08, tapi knpa selanjutnya ketika proses penggantian sistem penomoran blum rampung, tiba2 ganti lagi model penomorannya sperti pada kasus cc 201 83 33..apa gk standar ganda tuh??...just sharing
Itu dia yg saya gak abis pikir... Dalam KepMen 45/2010 pun seingat saya tertulisnya menambahkan tahun MD tanpa merombak nomor urut...
Akhirnya, gara-gara nomor urut diubah, ya harus bisa hafal urutan nomor baru tadi lalu disesuaikan dengan nomor urut yg lama, yg tidak mencantumkan tahun MD.
Dan, beberapa nomor bagus menjadi biasa saja (seperti si Cepe, dari CC 201 100 jadi CC 201 92 10). Tapi, sisi lainnya, muncullah beberapa nomor bagus dari yg biasa saja (seperti CC 204 31, menjadi CC 204 11 11)...


..apa gk malah jadi bias tuh? dan kenapa ketika masih berada dalam proses penggantian sistim penomoran tiba2 ganti lagi sistem penomorannya, pdhal pd fase awal2 penggantian sistem penomoran modelnya sperti pada kasus cc 201 77 08, tapi knpa selanjutnya ketika proses penggantian sistem penomoran blum rampung, tiba2 ganti lagi model penomorannya sperti pada kasus cc 201 83 33..apa gk standar ganda tuh??...just sharing