20-10-2011, 09:05 PM
Hikmah dari kejadian ini :
1. Para warga masyarakat ibukota sudah dilupakan dengan tragedi mengerikan sepanjang sejarah KA di Indonesia. Entah anak2 skarang pada mengingat atau enggak, aku sendiri yg ketika itu msh balita cuma tahu dari orang - orang sekitar begitu aku sudah SD.
2. Pak Slamet Suradio sudah ada yang diperhatiin terutama dari kita sebagai rekan2 pecinta KA. Keadilan pun jelas saja masih belum ada di pundak beliau yg sudah sangat sepuh dg pandangan mata yang rabun.
3. Sayangnya pak Jamhari nasibnya masih terkatung - katung... Sebagai pelaku utama atas kejadian tragedi ini, nasib pak Jamhari sama terpuruknya dg pak Slamet Suradio.
4. Belum ada langkah antisipasi mengatasi kesemrawutan arus lalu lintas kendaraan bermotor di Jl. Bintaro Permai alias di tikungan perlintasan KA yang sangat vital karena berlokasi di pertigaan tanpa lampu lalu lintas dan pasar tumpah ruah yg slalu mengundang kemacetan. Para pak PJL harus bekerja sangat ekstra minimal mesti menutup palang pintu perlintasan 3 menit sebelum KA melintas.
5. Belum adanya perhatian pemerintah atas ketidak nyamanan pada stasiun Pd. Ranji sebagai stasiun tengahan antara ke2 stasiun yang pernah jadi saksi bisu ini.
Semua itu telah berlalu dan semakin berlalu ditengah keterpurukkan inisiatif pemerintah dan kurangnya kita dalam menjaga areal publik. Apakah akan.... yah akan.... semoga sih tidak terjadi lagi lha....
1. Para warga masyarakat ibukota sudah dilupakan dengan tragedi mengerikan sepanjang sejarah KA di Indonesia. Entah anak2 skarang pada mengingat atau enggak, aku sendiri yg ketika itu msh balita cuma tahu dari orang - orang sekitar begitu aku sudah SD.
2. Pak Slamet Suradio sudah ada yang diperhatiin terutama dari kita sebagai rekan2 pecinta KA. Keadilan pun jelas saja masih belum ada di pundak beliau yg sudah sangat sepuh dg pandangan mata yang rabun.
3. Sayangnya pak Jamhari nasibnya masih terkatung - katung... Sebagai pelaku utama atas kejadian tragedi ini, nasib pak Jamhari sama terpuruknya dg pak Slamet Suradio.
4. Belum ada langkah antisipasi mengatasi kesemrawutan arus lalu lintas kendaraan bermotor di Jl. Bintaro Permai alias di tikungan perlintasan KA yang sangat vital karena berlokasi di pertigaan tanpa lampu lalu lintas dan pasar tumpah ruah yg slalu mengundang kemacetan. Para pak PJL harus bekerja sangat ekstra minimal mesti menutup palang pintu perlintasan 3 menit sebelum KA melintas.
5. Belum adanya perhatian pemerintah atas ketidak nyamanan pada stasiun Pd. Ranji sebagai stasiun tengahan antara ke2 stasiun yang pernah jadi saksi bisu ini.
Semua itu telah berlalu dan semakin berlalu ditengah keterpurukkan inisiatif pemerintah dan kurangnya kita dalam menjaga areal publik. Apakah akan.... yah akan.... semoga sih tidak terjadi lagi lha....

