11-10-2011, 05:17 PM
(This post was last modified: 11-10-2011, 05:37 PM by Smidi_cahbagus.)
(11-10-2011, 03:04 PM)Eko Budy Santoso Wrote: permisi ... u be ikutan boleh :
Klo menurut ane ...Perihal status KA ini ... PT KA perlu melakukan studi "kelayakan"... mau KA Lokal yang setiap stasiun berhenti atau tidak ... KA Ekonomi Ekspress ... atau apa ... ? Yang jelas bisa menjawab dan menjadi solusi kebutuhan angkutan penumpang di luar KA yang sudah ada ... Mungkin bisa mempelajari KA Logawa yang sudah ada ... Dimungkinkan kehadiran KA ini bisa menutupi kekurangan KA Logawa
Mengingat para penglaju PWT - YK ( ... tepatnya KYA - YK ) sepengetahuan ane lebih didominasi penumpang yang berangkat dari stasiun "biasa' KA Ekonomi jarak jauh berhenti... maka disamakan saja tempat pemberhentiannya.... kan tujuannya untuk menambah kapasitas angkut KA ...
Kabarnya stasiun yg ga menguntungkan di petak PWT-KTA ngga jadi ditutup saat DT dah jadi...
Lalu buat apa stasiun tsb dipertahankan klo KA Lokalnya ngga mampir? KA jarak jauh dah pasti bablas, KA jarak jauh milik Daops V aja ngga mampir, apalagi punya Daops laen,...
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(11-10-2011, 09:14 AM)amaulana Wrote: Maaf, kalau mau disebut commuter bukannya single tariff seperti CL Jabotabek? CMIIW
Kalau CL Jabodetabek rutenya ngga jauh2 amat, tarifnya msh bs <10rb. Lagipula penggunanya banyak, dan msh bs kejangkau sm kantong penggunanya...
Sdgkan kondisi di PWT-YK laen...
Jarak PWT-YK yg ckp jauh membuat harga tiket minim2 berkisar 30rb
Kalau ngandelin komunitas Penglaju PWT-YK plg rame cm weekend doang... spt mahasiswa contohnya...
lalu saat weekdays mo diisi siapa?banyakkah masyarakat PWT yg beraktivitas di YK atau sebaliknya setiap harinya? saya kira tdk banyak, msh bs dibawa Logawa klo weekdays...
Klo KA Lokal ini pgn rame tiap hari harus mengincar juga para penglaju lokal yg pergi pagi pulang sore. Kalo di YK kebanyakan penglaju tinggal antara YK-KTA, sdh ada Prameks yg menghandel, KRD PWT ckp membackup saja. Klo di PWT, penglajunya kebanyakan tinggal di KYA-SPH-GB-KA. Ngga nyampe setengah rute PWT-YK kan? makanya kalau ingin menggaet penglaju lokal ya berarti KA ini hrs berhenti di tiap stasiun jg tarifnya ngga single...
