10-10-2011, 09:01 PM
(This post was last modified: 10-10-2011, 10:05 PM by Bangunkarta.)
(10-10-2011, 06:45 PM)mas_bagus_ajah Wrote: Saya perhatikan, memang ini (yang digaris bawahi) yang jadi alasan mengapa banyak kaum muda yang beralih ke bus. Tapi bagi yang sudah mapan, tetap tak terpengaruh karena mereka tetap naik KA. Dan lagipula, KA tidak cuman lewat pantura doang...
Saya sendiri belakangan juga agak kurang sreg dengan KA, dan cenderung beralih minat ke... Desain Rumah! Eh...nyambung nggak??![]()
Sebenarnya yang paling terancam dengan keberadaan tol trans-Jawa itu bukanlah KA, melainkan ketahanan pangan kita.
~EDITED
yang saya bold mas... prasaan kalo orang yang udah mapan.. umumnya juga akan semakin sibuk... dan tentunya orang sibuk ndak punya banyak waktu... oleh karna itu kalo di perjalanan lebih memilih yang cepat, karna tidak punya banyak waktu untuk dibuang-buang di perjalanan.... bahkan.. orang2 muda yang mulai mapan ajah udah mulai meninggalkan sepur dan beralih ke pesawat loh..palagi orang yang sudah mapan, dan pastinya udah sibuk
karna di jaman yang kita dituntut serba cepat ini.... waktu itu mahal... dan harus dioptimalkan sebaik mungkin.... dan yang menjawab kebutuhan tersebut tentu saja.... "mabur"

karna di jaman yang kita dituntut serba cepat ini.... waktu itu mahal... dan harus dioptimalkan sebaik mungkin.... dan yang menjawab kebutuhan tersebut tentu saja.... "mabur"
back to topik ah
kalo saya seh berpikir positif saja.... seperti diutarakan di postingan sebelumnya.... jalan Toll sangat penting dalam upaya dekonsentrasi sentra ekonomi dan industri dari yg semula ke kota-kota besar untuk di sebar-luaskan ke wilayah2 baru... yang artinya itu membuat mobilitas cepat di wilayah2 yg selama ini kita sebut "desa"... dan dampaknya: tentu saja perbaikan taraf hidup, peningkatan perekonomian masyarakat, pembukaan lapangan kerja de el el..
sementara... kereta tidak dipinggirkan... bahkan biosa saling berdampingan..karena kereta mempunyai keunggulan sebagai angkutan massal, baik penumpang atau barang....
jadi ya kalo saya seh... kembali ke prioritas dan kepentingan masing2 individu ajah seh....
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
tapi kalo misalnya kita ato setidaknya opereator berpikir positif tentang jalan tol;, persaingan, dan semangat need for acchievement dan customer oriented.. tentu ga akan grogi menghadapi persaingan dengan apapun itu
misalnya, kereta api berani memberi layanan KA eksekutif buat bener2 istirahat (dengan harapan penumpang ketika sampe tujuan bener2 bugar) misalnya berani kasi pelayanan kek gini
![[Image: 4dd4faa35454487796c7249f767f1341_lie_flat_seats.jpg]](http://s4.postimage.org/tk3252qs/4dd4faa35454487796c7249f767f1341_lie_flat_seats.jpg)
tentu bepergian dengan kondisi kek gitu, gag duduk dan dengan waktu tempuha Jakarta-Surabaya misal 10,5 jam.. tentu memiliki keunggulan mutlak dibanding moda jalan tol
apalagi kao operator KA ini berani memberi layanan sepenuhnya, misal: luggage service, e-ticketing, lounge dan segala macam service meal ato welcome drink ato apapun lah... pasti unggul mutlak dibanding jalan tol
apalagi katanya bentar lagi mereka ga perlu lagi bayar IMO kan???? so tari sekarang bisa lah buat inovasi yg customer oriented...
dgn catatan: kalo operator mau maju dan punya semangat need for acchievement seh
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~

