09-10-2011, 02:39 AM
dilihat keseluruhan, sistem pembangkit listrik gede yg ngasih tenaga buat banyak lokomotif (dan krl) sekaligus bisa lebih rendah polusi daripada lok2 diesel dan krd. sekedar perkiraan saya aja (jangan dijadiin pegangan), tiap bagian mesin kan punya friksi dan hambatan2 lain yg ngurangin keluaran tenaganya. coba aja bandingin mesin banyak tapi kecil2 ama sedikit mesin gede di pembangkit, tentu onderdilnya lebih dikit mesin gede di pembangkit, jadinya hambatan dari friksi dll gak sebanyak mesin2 kecil yg beroperasi terpisah. karena itu hasil tenaga bisa lebih besar dengan jumlah bahan bakar yg sama.
lok listrik juga tekanan gandarnya lebih ringan, bikin rel lebih awet. bandingannya bobot lok listrik cuma sepertiga bobot lok diesel dengan kekuatan sama (sori lupa sumber referensinya)
kekurangannya sih pemasangan infrastruktur butuh investasi gede, karena itu dianggap nggak feasible buat jalur2 sepi (sptnya jalur2 kereta AKAP di indonesia yg gak dilewati kereta lokal atau komuter termasuk nggak feasible klo mau disetrum). lain itu klo ada batas maksimum beban yg bisa diangkut di jalur2 yg disuplai oleh satu jaringan listrik, gak bisa melebihi daya listrik di jaringan itu. klo pake lok diesel mau beban berapa aja tinggal ditambah aja lok2 buat narik keretanya.
btw listrik nuklir walaupun lebih berisiko masih jadi pilihan paling menguntungkan, karena penanganan limbah nuklir lebih mudah daripada penanganan gas rumah kaca dari pembakaran batu bara/bbm. sumber energi renewable pun sebenernya banyak (contohnya aja sinar matahari yg udah ada milyaran tahun), tapi pengembangannya masih butuh waktu panjang sebelum bisa diterapkan pada skala komersil. sebaliknya, suplai bahan bakar fosil makin menipis dari tahun ke tahun
lok listrik juga tekanan gandarnya lebih ringan, bikin rel lebih awet. bandingannya bobot lok listrik cuma sepertiga bobot lok diesel dengan kekuatan sama (sori lupa sumber referensinya)
kekurangannya sih pemasangan infrastruktur butuh investasi gede, karena itu dianggap nggak feasible buat jalur2 sepi (sptnya jalur2 kereta AKAP di indonesia yg gak dilewati kereta lokal atau komuter termasuk nggak feasible klo mau disetrum). lain itu klo ada batas maksimum beban yg bisa diangkut di jalur2 yg disuplai oleh satu jaringan listrik, gak bisa melebihi daya listrik di jaringan itu. klo pake lok diesel mau beban berapa aja tinggal ditambah aja lok2 buat narik keretanya.
btw listrik nuklir walaupun lebih berisiko masih jadi pilihan paling menguntungkan, karena penanganan limbah nuklir lebih mudah daripada penanganan gas rumah kaca dari pembakaran batu bara/bbm. sumber energi renewable pun sebenernya banyak (contohnya aja sinar matahari yg udah ada milyaran tahun), tapi pengembangannya masih butuh waktu panjang sebelum bisa diterapkan pada skala komersil. sebaliknya, suplai bahan bakar fosil makin menipis dari tahun ke tahun
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.

