02-10-2011, 05:01 PM
(02-10-2011, 03:12 PM)Bangunkarta Wrote: boleh sedikit buka memory yaa...
seingat saya kode E dan F itu menunjukkan kemampuan kereta ketika dibawa lari
E = Express, seingat saya rangkaian yg berkode E muncul pertama kali saat keluarnya JS 950 Argo Bromo, JB 250 Argo Gede dan JSO 751 Argo Lawu ... dimana rangkaian berkode E menggunakan standar Boogie K-8 dan mampu digeber dengan kecepatan maksimum 120 Km/h (batas kec. tsb adalah batas kec. untuk menjaga standar kenyamanan dalam kabin).. dan saat2 itu tau ndiri kek gimana larinya Argo Bromo, Gede dan Lawu.... ngeblong banget kan
F = Faster, seingat saya pertama kali dikeluarkan pada rangkaian Argo Bromo Angrrek.... kode F hanya bisa dipake pada rangkaian berboogie K-9 dan konon mampu digeber sampai 135Km/h (batas kec. tsb adalah batas kec. untuk menjaga standar kenyamanan dalam kabin ABA)... bisa diingat kan saat itu ABA.. surabaya-Gambir tembus 8,5 jam...
nah cuman saya bingung apakah standar kecepatan itu sekarang dibuat berdasarkan apa... soalnya ga jarang saya liat Gerbong berkode K-1 0 76 XX tapi kodenya F dan boogie-nya juga masih pake K-5..dan beberapa ekonomi (brantas dan Kertajaya) juga berkode F.. dan Argo Jati, Lawu yg baru..berkode E.... nah apakah ada yg tau... sama2 boogie K-5 tapi ada yg E dan ada yg F ... emang apa yg mebedakan
nuwun
yang di bold :
1. Kode F bukan cuma di rangkaian berbogie K9, tapi di K8 dan K5 juga ada. Bogie K8 ada di Argo Jati yg lama dll.
2. Serius tuh bisa digeber 135Km/h ? Pasalnya walaupun GMR-SBI ABA pernah sampai 8,5 jam, kalau dihitung rata-rata kecepatannya sekitar 85Km/H.
Diliat dari lintas sekarang, kode F hanya mampu untuk berlari dengan kecepatan 120 Km/H.
Lah,ABA aja hanya mampu sampai 118 Km/jam, gak kuat lebih.
