11-09-2011, 08:35 AM
masalahnya itu bukan pada penghidupan jalur mati atau pembangunan jalur baru semata.
selama kebijakan transportasi tidak mengimbangi pengaktifan transportasi masal, jangan harap masyarakat mau pindah moda.
kenapa diluar negri masyarakatnya mau naik transportasi publik seperti bus dan kereta? karena disana naik kendaraan privat hitung2 an nya jadi sangat muahal. bbm sudah tak disubsidi, kena pajak pula. tarif parkir selangit, beberapa ruas jalan kena pajak erp, pajak kendaraan mahal, bla bla bla..
di indonesia? disini naik kendaraan privat lebih murah karena kebijakan transportasinya masih memihaknya. terutama subsidi bbm, pajak kendaraan dan parkir yang murah.
sehingga jika dipaksakan, nanti yang ada bukan pindahnya pengguna mobil/motor ke kereta komuter atau trem atau railbus, malah rebutan penumpang antara bus dan kereta yang berujung konflik sesama moda transportasi umum yang seharusnya saling mendukung.
ironi...
selama kebijakan transportasi tidak mengimbangi pengaktifan transportasi masal, jangan harap masyarakat mau pindah moda.
kenapa diluar negri masyarakatnya mau naik transportasi publik seperti bus dan kereta? karena disana naik kendaraan privat hitung2 an nya jadi sangat muahal. bbm sudah tak disubsidi, kena pajak pula. tarif parkir selangit, beberapa ruas jalan kena pajak erp, pajak kendaraan mahal, bla bla bla..
di indonesia? disini naik kendaraan privat lebih murah karena kebijakan transportasinya masih memihaknya. terutama subsidi bbm, pajak kendaraan dan parkir yang murah.
sehingga jika dipaksakan, nanti yang ada bukan pindahnya pengguna mobil/motor ke kereta komuter atau trem atau railbus, malah rebutan penumpang antara bus dan kereta yang berujung konflik sesama moda transportasi umum yang seharusnya saling mendukung.
ironi...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

