16-08-2011, 12:23 PM
Mungkin ada beberapa hal yang diasumsikan mengapa Maleks dihentikan, hal ini ada kemungkinan berbeda dengan Jatayu.. Waktu itu Jatayu menghilang karena adanya kenaikan harga tiket yang dirasa mahal plus KA Gajayana karena sebagian besar orang naek Jatayu itu adalah orang2 yang akan berpergian ke Jakarta menggunakan Bima, Sembrani, dan Argo Bromo. Sedangkan untuk tujuan ke Bandung sangat sedikit kemungkinannya....
Untuk Maleks sbb :
1. Perjalanan kereta terlalu lama hampir 2,5 jam... Beda sama Jatayu cuma 1 jam 40 menit....
2. Keretanya kelas Bisnis ditambah perjalanan yang lama..
3. Kondisi track Malang - Bangil setelah diganti bantalan beton tapi belum ditata dan diangkat yang berimbas pada taspat yang seharusnya 80km/jam jadi 40-60 km/jam...
4. BANYAK BERHENTI DI STASIUN... Blimbing, Singosari, Lawang, Bangil, Sidoarjo, dan Wonokromo.. Berbeda dengan Jatayu yang berhenti hanya di Lawang doank...
5. Harga tiket berbanding terbalik dengan waktu tempuh....
Intinya, harus benerin dulu track Malang-Bangil kalau ingin ada Maleks...Cuman itu...
Untuk Maleks sbb :
1. Perjalanan kereta terlalu lama hampir 2,5 jam... Beda sama Jatayu cuma 1 jam 40 menit....
2. Keretanya kelas Bisnis ditambah perjalanan yang lama..
3. Kondisi track Malang - Bangil setelah diganti bantalan beton tapi belum ditata dan diangkat yang berimbas pada taspat yang seharusnya 80km/jam jadi 40-60 km/jam...
4. BANYAK BERHENTI DI STASIUN... Blimbing, Singosari, Lawang, Bangil, Sidoarjo, dan Wonokromo.. Berbeda dengan Jatayu yang berhenti hanya di Lawang doank...
5. Harga tiket berbanding terbalik dengan waktu tempuh....
Intinya, harus benerin dulu track Malang-Bangil kalau ingin ada Maleks...Cuman itu...

