12-08-2011, 04:07 PM
Ya benar memang sepertinya bukan hanya eksterior saja sepertinya yang dianggap buruk seperti cerita anda di atas, masalah tarif yang memang tidak sesuai dengan pelayanan yang memang menjadi keburukan utama KA.
Sebagai contoh saya coba share.
kemaren saya dan pacar saya mencoba naek KA untuk pulang ke Jember ke rumah pacar saya, naik sancaka dan sambung Muttim karena pacar saya ga kuat panas kalo naek Sri Tanjung.
Biasanya pacar dan saya pulang ke Jember naik Bus M**A atau AK*S A**I dengan tarif 72ribu.
Ternyata pacar saya kecewa dengan tarif yang ada karena dengan biaya 270ribu untuk 2 orang sekali perjalanan kita hanya mendapatkan kelas bisnis(Sancaka(75rebu) dan Muttim(60rebu)) dimana para pedagang bisa berkeliaran masuk di KA Sancaka, sementara hal yang sama didapatkan di Bus dengan kelas Ekonomi AC dengan harga 144ribu per 2 orang.
Jelas disini KA sudah kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.
Sebagai contoh saya coba share.
kemaren saya dan pacar saya mencoba naek KA untuk pulang ke Jember ke rumah pacar saya, naik sancaka dan sambung Muttim karena pacar saya ga kuat panas kalo naek Sri Tanjung.
Biasanya pacar dan saya pulang ke Jember naik Bus M**A atau AK*S A**I dengan tarif 72ribu.
Ternyata pacar saya kecewa dengan tarif yang ada karena dengan biaya 270ribu untuk 2 orang sekali perjalanan kita hanya mendapatkan kelas bisnis(Sancaka(75rebu) dan Muttim(60rebu)) dimana para pedagang bisa berkeliaran masuk di KA Sancaka, sementara hal yang sama didapatkan di Bus dengan kelas Ekonomi AC dengan harga 144ribu per 2 orang.
Jelas disini KA sudah kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
