03-08-2011, 12:18 AM
(02-08-2011, 11:41 PM)rifan sempre Wrote:(02-08-2011, 09:32 PM)JaY Wrote: Jalur Malang - Bangil mempunyai taspat 80km/jam dan Bangil - Surabaya mempunyai taspat 90 km/jam..Bukannya dulu JATAYU memakai cc203/201 dan bisa kecepatan tinggi.
Sehingga Kereta Jatayu waktu itu benar2 primadona...
Namun karena kondisi lintasan yang waktu itu masih bantalan kayu dengan R42 tiba2 dilindas sama loko sekelas cc203, jadi acak jadul dech..
Untuk sekarang ini ngga lebih dari 60 km/jam..
Menurut saya bukan karena faktor geografis, mengapa, karena di tahun 1995 aja taspat udah segitu kencengnya, pastinya sudah dilakukan pengukuran yang benar.. Mungkin adalah faktor penggantian bantalan kayu ke beton sepanjang Malang - Bangil.
Bagi kalian yang sering ke Stasiun Malang, sekarang jalur 4,5,6,7,8,9 kan sudah bantalan beton serta R42 kecuali weselnya, coba lihat pemasangan betonnya, aduh, bisa bikin rel patah karena benar2 ngga simetris...
lah...skarangkan semua jga memakai loco cc untuk KA penataran, Tapi knapa taspatnya tetep gag bisa kayak dlu??
Semisal jaman JATAYU memakai bantalan kayu bisa mencapai taspat segitu dari pada beton , mending bantalannya ga perlu di ganti.beton..., Betul gag??
saya sering bertanya kepada pegawai KAI Tentang waktu tempuh KA penataran, knapa tidak seperti dlu yang hanya membutuhkan waktu 1,5 jam Dan alasannyaaaaaa "KARENA ada PORONG Lumpur lapindo"
Lah... gag masuk akal banget.......Paling lumpur lapindo yang kena Tanggulangin ma porong doang., lahhh....petak yang lain kann bisa di geber tu taspatnya....., Anehhh...
emang.. aneh... jawabannya.... bahkan sampe krg kyknya... jalur Ml - BG blom di angkat dan dipadatin relnya.. jalanya... kayak masuk kampung yang banyak polisi tidurnya... 
ì•„íŒ ìµœ 대 왕 (왕실)
![[Image: Joseons35.jpg]](http://i1222.photobucket.com/albums/dd486/Afan_Daehwang/Joseons35.jpg)

