Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Kereta Khusus Wanita (di Jabodetabek)
#75
Sebetulnya bisa kalau mau :
1. Tiap pintu antar sambungan (KRL gak punya bordes) dikunci dan dijaga 1 orang Polsuska atau pun Satpam cewek.
2. Sosialisasikan ke masyarakat kalau paling depan dan belakang apapun itu klasnya (kecuali Langsam) khusus utk wanita + yg bawa anak2 kecil < 10 th dan lansia.
3. Biasakan penjatahan kereta khusus wanita setiap hendak berangkat dari stasiun awal agar yang di beberapa stasiun persinggahan dapet jatah di kereta paling depan dan belakang.
4. Asumsi mayoritas pada keluar di stasiun Cawang, Tebet dan Manggarai, maka sedari stasiun Bogor kapasitas 1 kereta (bukan gerbong) mampu dimuati semisal 100 penumpang (termasuk yang gelantungan), maka terhitung sampai dengan stasiun Tanjung Barat saja totalnya 11 stasiun harus terisi minimal 10 orang di tiap stasiun persinggahan.
5. Cara yang paling ekstrem yang mungkin teman2 dengar, yaitu mengunci 6 pintu kiri - kanan kereta di tiap yang paling depan dan belakang dari 1 rangkaian yang ada sehingga para wanita + yg juga bawa anak2 mrk apabila hendak keluar - masuk KKW di tiap stasiun persinggahan harus dengan melewati pintu kabin masinis. Gunanya apa? Meminimalisir mrk yg memaksa masuk ke KKW yang tersedia selain wanita, anak2 < 10 tahun dan lansia. Dari stasiun awal keberangkatan bolehlah semua pintu si KKW terbuka. Tapi begitu berangkat pintu semua menutup sampai tiba di stasiun akhir dalam hal ini Jakarta Kota. Berlaku juga untuk koridor lainnya.

Tapi, entahlah... mungkin cara2 aku ini masih terdengar ekstrem dan kurang masuk di akal sih yah....

Reply


Messages In This Thread
RE: Soalan Kereta Khusus Wanita (di Jabodetabek) - by Dana Komuter - 27-07-2011, 03:09 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)