16-06-2011, 10:21 AM
Kalau untuk menambal kekurangan armada KRL saya setuju. Balik lagi ke era sebelum tahun 2000. Dulu Daop I kan sarang KRD, dari jakarta ke bekasi sampai puwakarta pakai KRD. Ke Tanggerang, Serpong, sampai ke Depok pun bisa pakai KRD. Sejak kebanjiran KRL bekas dari Jepun, KRD tersebut dimutasi ke Daop lain. Daop IV jadi kaligung, Daop VI jadi Prameks, entah sama si SUSI/SuLam apa ada unit yang eks Daop I atau tidak (kalau tidak salah dia eks KRD Bandung Raya). Mungkin hal tersebut bisa diterapkan.
Padahal SDM mulai dari masinis sampai Dipo memadai untuk mengoperasikan dan merawat KRD. Dipo BUD sampai sekarang masih koleksi KRD biar pun cuma sebagai kereta penolong. Atau Dipo Boo yang sampai tahun 2006 masih punya armada KRD (KRD BOO-SI).
Kalau untuk operasional mungkin lebih baik disimpan di jalur yang tidak terlalu ramai perka nya, seperti Tanggerang. Pakai KRL/KRD sama saja ketika akselerasi, sama-sama boros listrik/BBM. Teknologi KRL/KRD sekarang pun sudah jauh lebih maju dibanding dahulu. Lihat saja KRL-KRL jaman sekarang lebih hemat listrik. Demikian juga antara KRD MCW 302 dengan KRDI, biar pun sama-sama hidraulik,mesin sama-sama Cummins tapi beda teknologinya. Atau alternatif lain bisa pakai KRDE.
Bagi saya apapun rangkaiannya yang penting penumpang bisa terangkut. Apalagi macet total sudah didepan mata. Para penglaju yang menggunakan KRL tahun ke tahun semakin bertambah, tidak seperti angkutan jalan raya yang semakin menyusut. Sehingga perlu ada penambahan armada untuk mengatasinya, termasuk sarana lain seperti gardu listrik dan suplai listrik juga ditambah.
Padahal SDM mulai dari masinis sampai Dipo memadai untuk mengoperasikan dan merawat KRD. Dipo BUD sampai sekarang masih koleksi KRD biar pun cuma sebagai kereta penolong. Atau Dipo Boo yang sampai tahun 2006 masih punya armada KRD (KRD BOO-SI).
Kalau untuk operasional mungkin lebih baik disimpan di jalur yang tidak terlalu ramai perka nya, seperti Tanggerang. Pakai KRL/KRD sama saja ketika akselerasi, sama-sama boros listrik/BBM. Teknologi KRL/KRD sekarang pun sudah jauh lebih maju dibanding dahulu. Lihat saja KRL-KRL jaman sekarang lebih hemat listrik. Demikian juga antara KRD MCW 302 dengan KRDI, biar pun sama-sama hidraulik,mesin sama-sama Cummins tapi beda teknologinya. Atau alternatif lain bisa pakai KRDE.
Bagi saya apapun rangkaiannya yang penting penumpang bisa terangkut. Apalagi macet total sudah didepan mata. Para penglaju yang menggunakan KRL tahun ke tahun semakin bertambah, tidak seperti angkutan jalan raya yang semakin menyusut. Sehingga perlu ada penambahan armada untuk mengatasinya, termasuk sarana lain seperti gardu listrik dan suplai listrik juga ditambah.
![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)
