22-05-2011, 10:05 AM
(14-05-2010, 08:52 PM)Toto Wrote:(14-05-2010, 08:15 PM)fun_plano Wrote:(14-05-2010, 05:09 PM)eko winarno Wrote:(14-05-2010, 01:46 PM)gajayana Wrote:Quote:Ga juga koq...ane itung dari GE...jarak BEO-BL + 5 km. Sedangkan jarak BEO-RJ + 8 km. Mungkin karena faktor okupansi yang terlalu kecil atau ada faktor lain. Ada yang bisa menambahkan?. pendapat yg masuk akal juga , cz karena letaknya nanggung gitu , tapi lokasinya deket pasar , n agak mblusuk , agak jauh dari jalan raya
Berarti ada alasannya karena BL-BEO-RJ total cuma 8 km kalau ada 3 stasiun so pasti tidak efectif karena ribet pengaturan sinyalnya ya mas..gajayana.
BL-BEO-RJ total 13 km om hehehe....walaupun deket pasar gak menjamin koq okupansi bagus...contohnya St. Nguling yang jauh jaraknya dari St. Grati ataupun St. Bayeman, dan dekat ma pasar dan bersebelahan dengan jalur Pantura lagi, nasibnya juga sama dengan BEO.
Inilah jika alasan penutupan suatu stasiun tidak dipublikasikan kepada masyarakat. Kita semua jadi meraba-raba alasannya.
Kasus Bendo nampaknya serupa dengan Stasiun Kebonagung (antara Malang Kota Lama dan Pakisaji). Stasiun Kebonagung sebenarnya terletak di lokasi yang relatif lebih padat dan lebih nampak dinamis dibanding Pakisaji. Tapi toh ditutup juga. Bangunannya diruntuhkan total. Adapun jarak St Kebonagung dari Stasiun Malang Kotalama memang kurang lebih 4 km saja.
Jika alasan penutupan stasiun Bendo jaraknya terlalu dekat dengan Blitar, apakah memang bisa diterima?
Mohon ijin untuk mengetengahkan fakta rute KA di LN pada kamar non LN, Pak Moderator. Saya jadi teringat satu rute komuter di Melbourne. Jarak Stasiun Flinders dan Huntingdale (bagian dari rute Flinders-Pakenham) kurang lebih 17 km. Namun di antara dua stasiun tersebut terdapat 11 Stasiun yang masih aktif semua. Jadi kira-kira jarak rata-rata antar stasiun sepanjang Flinders-Huntingdale kurang lebih 1,5 km.
Jika realita di Melbourne kita bandingkan dengan realita keberadaan stasiun-stasiun kecil di Indonesia, dalam hal ini St Bendo, masalah jarak antar stasiun mungkin bukan alasan utama penutupan suatu stasiun.
Lazimnya, Belanda dulu benar-benar penuh perhitungan dalam membangun stasiun KA termasuk St Bendo. Bila di kemudian hari stasiun tersebut ditutup, mungkin ini efek sampingan pembangunan transportasi yang seolah menomorduakan moda angkutan KA. Okupansi menjadi rendah hanya karena orang-orang memilih naik bis ataupun colt diesel![]()
Salam Spoor,
mungkin akses jalan masuk dari jalan raya terdekat ke Sta. Bendo terlalu jauh..
tapi kalo diaktifkan lagi mungkin baik juga, karena penataran dan dhoho bisa berpindah tempat persilangan di Bendo, karena kalo salah satu KA nunggu bersilang di BL ato RJT kadang2 kelamaan....
