07-05-2011, 04:30 AM
(06-05-2011, 08:56 PM)dtRAiNeR Wrote:(06-05-2011, 05:38 PM)Gregoriusparahyangan Wrote:(06-05-2011, 05:25 PM)dtRAiNeR Wrote:(09-04-2011, 04:56 AM)Gregoriusparahyangan Wrote: [spoiler]Setiap dari kita pasti berharap fasilitas kereta api bisa menjadi seperti fasilitas pesawat saya pun setuju dengan itu dan selai itu juga dengan SDM yang cukup seperti pramugari. Pramugari kereta api memang lebih cantik daripada pramugari pesawat (menurut saya) tapi berdasarkan pengalaman saya pramugari kereta api harus lebih banyak di berikan bekal cara melayani penumpang dengan baik.[/spoiler]
Di Argoparahyangan setiap mau dekat jembatan cisomang atau terowongan sasaksaat di bacakan sejarahnya tapi pada suatu ketika yang membacanya dengan nafas terengah-engah seperti habis berlaridan tidak berbakat untuk membaca padahal di depan saya ada 6 orang turis yang mau pergi ke Bandung. Jangan lupa Seragamnya....
(maaf kalo oot)
Lha itu di KA berapa aja Mas? Saya tiap naik GoPar ga pernah ada pembacaan sejarah, hanya kata sambutan saat memulai perjalanan dari BD/GMR (malah pas naik KA 28 tanggal 4 kemarin ga ada pengumuman pas berangkat dari GMR), dan pengumuman saat akan tiba di stasiun pemberhentian...
saya lupa nomernya yang pasti paling pagi jam 05.40 dari Jakarta
Berarti KA 20...
Tapi koq waktu saya naik KA 23 BD-GMR (turunan KA 20) ga ada pengumumannya pas masuk terowongan Sasaksaat, biasa aja tuh... Apa tergantung shift crew-nya ya, yang giliran Mas lebih rajin dari pas giliran saya naik?
Tapi harusnya adil donk, sekali ada pengumuman tetep ada terus...
mungkin juga begitu. Dari yang saya bayangkan mungkin kertasnya ilang makanya gak di bacain soalnya gak ada yang apal.. hahaha
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600

