26-04-2011, 10:41 PM
(26-04-2011, 09:59 PM)Dana Komuter Wrote: 1. Semoga ke depan bisa jadi heritage utk stasiun2 sepanjang rute Panarukan - Jember ini.
2. Kalau pun ingin dihidupkan seperti Ambarawa alias terputus tidak terhubung dg rel Daops IX semoga saja bisa jadi sarana pariwisata layaknya Ambarawa.
3. Nice pics buat kang Asep, mas Raditiya, dll juga tentunya nih... Foto2 memorial yang sangat bernostalgia buat kita2 semua....
Kalo pun memang bener2 dihidupkan lagi alias tersambung dg petak rel Daops IX Jember, apakah akan berbarengan dengan tersambungnya petak rel antara st. Kedungjati dg st. Tuntang yah? Trus apakah jalur ini juga ada hubungannya dg sejarah kekejaman Gubernur Jenderal Daendels kalai itu yg ngebangun ruas jalan antara Anyer - Panarukan yah?
Kalau dengan Daendels tidak ada karena jalur KA Panarukan - Kalisat dibangun jauh setelah Daendels wafat... Jalur tersebut mungkin ada hubungannya dengan Gubernur Frederik Jacob yang berjasa dalam perluasan jaringan KA dan anaknya Frederik Bernard Jacob yang menjadi petinggi di Staatsspoorwegen...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...


