26-04-2011, 08:19 PM
(23-04-2011, 09:07 PM)bogie.k9 Wrote: denger-denger sih cc 201 yang hasil rehab dari bb203 tetap waktu dinas dihitung dari cc 201. jadi contoh CC 20170 di dipo JNG berubah menjadi CC 201 83 70. hal ini biar "kemungkinan ya" kita sebagai masyarakat juga bisa mengawasi tindak tanduk operator jika masih make loko ya dah berumur. kalo dulu kan kita pada ga tau tu tahun berapa mulai. kalo sekarang, malu operator ketauan lokonya dah berumur hampir melewati umur ekonomis 25-30 tahun.
menurut gw, penomeran ini jenius. kalo untuk ka penumpang. kayanya ga penting deh ada penomeran bogie. mau dy k5 mau dy k9 atau mau dy k2 (WKWK) ya terserah operator. yang penting ride index maksimal 2,5 dan tinggi alat perangkai 775mm +10mm dari kepala rel. untuk pengereman ya harus disesuaikan.
TETAP TIDAK SEPENDAPAT.
Tanpa ditulis tahunnya , tetap saja semua mechanic/staff Dipo/Balai Yasa bisa tahu TAHUN PEMBUATANNYA DENGAN MELIHAT DI LOG BOOK.
INI SAMA SAJA MERENDAHKAN intelek para Mechanic/Staff Dipo/Balai Yasa yang dianggap bodoh dengan perlunya menulis kode tahun di body lokomotif.
Dari awalnya kan sudah kelihatan kalau ini proyek konyol alias buang-buang duit saja.
(yang ada dipikiran para pembuat keputusan itu kan cuma "yak opo enake, nggawe proyek", maka keluarlah proyek konyol tadi).
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.

