21-04-2011, 02:52 PM
Nyumbang koment ya. Sori gak baca semua komen dari awal coz jaringa lg lemot. 
Saya gak setuju subway, karena:
1. Jakarta rawan banjir. Istana dan jalan2 protokol smp kampung2 dan perumahan elit aja bisa kebanjiran, gimana dengan jalur subway dan semua stasiun2nya???? Bisa2 pada musim hujan semua ka subway harus dilengkapi perahu karet, pelampung dan alat menyelam.
2. Pembangunannya rawan kemacetan di jalur yg akan dilalui subway, bikin busway aja udh bikin macet dulu.
3. Berpotensi menimbulkan masalah2 baru (yg mungkin baru dicarikan solusinya oleh pemda dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pd saat masalah sudah ruwet), misalnya, jalur subway entah gimana caranya berhasil dijadikan tempat pemukiman para gelandangan, dijadikan tempat transaksi narkoba, menjadi sarang tikus (baik tikus asli, tikus hitam ato tikus berdasi), dijadikan tempat prostitusi bawah tanah (nyaman karena remang2 dan lembab), menjadi sasaran/sarang teroris.
4. Kontur geografis Jkt labil.
5. DLL (tambahkan sendiri)
Jadi saya lebih memilih MRT (walau saya awam), karena lebih bermanfaat, apalagi kalo MRT terintegrasi dengan busway dan KA di daerah bisnis, industri dan pemukiman. Harapan saya dengan adanya MRT dapat:
1. Mengurangi jumlah bis kota dan mikrolet yg sejalur dengan MRT dan Busway
2. Feeder buat penumpang lebih diutamakan.
3. Mengurangi jumlah armada taksi (ini salah satu penyumbang macet)
4. Mengurangi jumlah kendaraan mewah/pribadi di sektor bisnis dan industri.
5. DLL (tambahkan sendiri)
Sekian. Maaf kalo ada yg kurang tepat sasaran.

Saya gak setuju subway, karena:
1. Jakarta rawan banjir. Istana dan jalan2 protokol smp kampung2 dan perumahan elit aja bisa kebanjiran, gimana dengan jalur subway dan semua stasiun2nya???? Bisa2 pada musim hujan semua ka subway harus dilengkapi perahu karet, pelampung dan alat menyelam.

2. Pembangunannya rawan kemacetan di jalur yg akan dilalui subway, bikin busway aja udh bikin macet dulu.

3. Berpotensi menimbulkan masalah2 baru (yg mungkin baru dicarikan solusinya oleh pemda dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pd saat masalah sudah ruwet), misalnya, jalur subway entah gimana caranya berhasil dijadikan tempat pemukiman para gelandangan, dijadikan tempat transaksi narkoba, menjadi sarang tikus (baik tikus asli, tikus hitam ato tikus berdasi), dijadikan tempat prostitusi bawah tanah (nyaman karena remang2 dan lembab), menjadi sasaran/sarang teroris.

4. Kontur geografis Jkt labil.
5. DLL (tambahkan sendiri)

Jadi saya lebih memilih MRT (walau saya awam), karena lebih bermanfaat, apalagi kalo MRT terintegrasi dengan busway dan KA di daerah bisnis, industri dan pemukiman. Harapan saya dengan adanya MRT dapat:
1. Mengurangi jumlah bis kota dan mikrolet yg sejalur dengan MRT dan Busway
2. Feeder buat penumpang lebih diutamakan.
3. Mengurangi jumlah armada taksi (ini salah satu penyumbang macet)
4. Mengurangi jumlah kendaraan mewah/pribadi di sektor bisnis dan industri.
5. DLL (tambahkan sendiri)
Sekian. Maaf kalo ada yg kurang tepat sasaran.

![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
