17-04-2011, 01:42 AM
(16-04-2011, 09:44 PM)bonbon Wrote: seumpama di kasih Opsi (krn keterbatasan biaya operasional) pilih mana, pasang iklan di eksterior atau menaikan tarif ?Makanya Mas bon², semua itu serba dilematis di PT KA.. kalo tarif dinaikin tar pada teriak², Gerbongnya masih inilah, Gerbongnya itulah ... Telatlah dll...
masing2 ada konsekuensinya, pasang iklan di eksterior, kurang elegan, nggak enak di pandang dsb bla..bla..bla, sedangkan kan menaikan tarif, jumlah penumpang mungkin menurun akibat tarif yg tidak kompetitif dgn bus dan pesawat terbang, bisa berujung "kematian" rangkaian/jurusan dan terperparah penutupan jalur KA berujung pegawai yg dirumahkan dsb...
Yang jadi pertanyaan lagi,
1.apa mayoritas pengguna K1 begitu "alergi"nya melihat K1 nya ada iklan di eksterior rangkaian KA nya ?
2.seberapa keberatan kah mereka atas iklan2 tersebut ?
Ada tawaran baik untuk menghasilkan external icome, banyak juga complaint kurang eleganlah, khusus komuter atau ekonomi ajalah dll, emang entar keuntungannya buat komuter aja, atau buat ekonomi aja?? nggak-khan tapi buat semua bua PT KA
Melihat pertanyaan Mas bon², kagalah kalo alergi sepanjang dipasang dengan tata letak yg enaak dilihat,gak asal²an justru sapa tau orang² yg naik kelas 1 itu adalah pejabat²/bos² dikantor yg iklannya dipasang di gerbong tersebut... misalnya dari TELKOMSEL, tar kalo gathering se-Indonesia bisa charter KA kebanggaanya (*yg berstiker TELKOMSEL)
Kalo ane pribadi selagi pemasangannya baik,rapi,dan indah gpp asal jangan kyk krl diatas
* semua memang ada dampak, ada untungnya dan ada ruginya namun manakala dipandang keuntungan lebih besar dari kerugian disitulah eksekusi dilakukan,yg penting keuntungan full dikembalikan ke PT KA gak ada lagi pajak ke PEMDA karena memang jalan,tanah dan rel serta keretanya milik PT KA, Hancurnya keuntungan ini nanti kalo setiap PEMDA minta jatah apalagi Kereta Api kan kemana²....
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
YAHOO!
nikimura.cellular
