16-04-2011, 09:51 PM
(This post was last modified: 16-04-2011, 10:17 PM by Dana Komuter.)
Jangan lupa ada yg lebih ironis dari sekedar penayangan Metro TV dg tayangan Metro Files yg berjudul Misteri Semboyan 41 yang pernah tayang di sekitar bulan Agustus 2003 silam juga, yaitu tragedi di Ps. Minggu di mana KRL Pakuan yg terkena aspek sinyal merah jelang masuk st. Ps. Minggu diantriin KRL Ekonomi lupa Holec apa Hitachi. Si KRL Ekonomi itu pun dihajar DHUARRRR!!!!! Yang menabrak itu pun Rheostatic menjuang tinggi hampir menyerupai Tragedi Ratu Jaya 3 Nobember 1993 silam. Tapi ini 'disundul" istilahnya dari belakang... Tayangannya tragedi Bintaro jelang sore hari, sorenya Breaking News di Metro TV kejadian 30 Juni 2005 tsb.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Sejauh ini beberapa kali naik KA rute Bintaro seolah2 para penumpang di dalamnya gak tau dan mungkin yang tau emang gak mau tau soal Tragedi Bintaro yg bisa dibilang masuk daftar terdepan tragedi KA terbesar di Indonesia itu. APalagi sejauh ini pula koq gak ada komentar kesaksian dari pak Slamet Suradio kenapa dia setuju saja kalo KA yg dia lajuin itu berangkat gitu aja dari stasiun Sudimara? Pernah dia komen saat aku bersama kru Trans TV dalam persiapan liputan mengenang Tragedi Bintaro kalau sepur 2 Indocement siap ke Jakarta, sepur 3 gerbong entah KKW tanpa lok lagi nganggur dan sepur 1 yah si KA 225 yg dia kemudiin itu. Praktis gak ada kesempatan utk KA 220 berlaju ke arah stasiun Sudimara pagi itu.
Tapi yah... fakta jadi berbelit... seperti inilah yg kita dengar harian, tahunan bahkan berabad2 ke depan nanti...
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Sejauh ini beberapa kali naik KA rute Bintaro seolah2 para penumpang di dalamnya gak tau dan mungkin yang tau emang gak mau tau soal Tragedi Bintaro yg bisa dibilang masuk daftar terdepan tragedi KA terbesar di Indonesia itu. APalagi sejauh ini pula koq gak ada komentar kesaksian dari pak Slamet Suradio kenapa dia setuju saja kalo KA yg dia lajuin itu berangkat gitu aja dari stasiun Sudimara? Pernah dia komen saat aku bersama kru Trans TV dalam persiapan liputan mengenang Tragedi Bintaro kalau sepur 2 Indocement siap ke Jakarta, sepur 3 gerbong entah KKW tanpa lok lagi nganggur dan sepur 1 yah si KA 225 yg dia kemudiin itu. Praktis gak ada kesempatan utk KA 220 berlaju ke arah stasiun Sudimara pagi itu.
Tapi yah... fakta jadi berbelit... seperti inilah yg kita dengar harian, tahunan bahkan berabad2 ke depan nanti...

