05-04-2011, 11:00 AM
Quote:Saya semakin curiga dengan perubahan pola operasi KRL menjadi single operation + KRL lingkar merupakan siasat (jalan pintas) pemerintah untuk menghadapi macet total yang sebentar lagi melanda Jakarta. Seperti yang kita ketahui, apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemacetan Jakarta?pembangunan mass rapid yang sekarang dilakukan saya rasa sudah terlambat. Macet bakal datang lebih dulu. Itulah akibat dari pembangunan yang tidak berkelajutan alias serabutan.hehehe, para penglaju yang bawa mobil sih gak terlalu efek mo kereta bagus atau gak, karena jangkauan kereta yang juga terbatas. yang harusnya dikejar adalah para pengguna sepeda motor, yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mobil. di samping mengurangi penggunaan bbm juga mengurangi kecelakaan, kan.... untuk yang bawa mobil, kiatnya cuma satu naekin harga bensin aja.... pasti banyak yg pindah, kasih subsidi BBM ke yg perlu kayak angkutan umum, termasuk KA.
Dengan pola yang demikian secara hitung-hitungan diatas kertas kapasitas angkut KRL bertambah. Pasti sasarannya kebijakan ini adalah para penglaju yang biasa naik kendaraan pribadi.
Quote:Ekonomi AC naik untuk kompensasi tarif KRL ekspress yang turun.naik sih wajar, tapi kl naeknya hampir 2x lipat sih namanya mak erot.... hehehe. kecuali kl memang niat mo benerin, kaish liat dulu roadmap-nya.... minimal SPM dipenuhi gak cuma basa-basi aja.
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
