21-03-2011, 01:05 PM
Segelas Es Teh manis turun membasahi tenggorokan yang sedari berangkat dari Semarang Tawang kering , Sendok demi sendok dari sepiring nasi pecel yang disiram sayur lodehpun dengan teratur masuk ke perut . Cukup dengan seratus rupiah sudah mengenyangkan perut . Sejenak terdengar siaran dari PPKA stasiun Demak . “ Perhatian-perhatian kepada para penumpang KA jurusan Semarang - Blora agar segera naik , sebentar lagi Kereta api akan segera diberangkatkan kembali dari sepur lima “ bla...bla...bla.... “ Sesaat setelah bersilang dengan rangkaian KA barang yang juga ditarik lok D 301 yang datang dari arah Kudus dengan sekitae 15 gerbong Ketel yang berisi Tetes dengan seri KR. Yang masuk di jalur 2 stasiun ini.
Secepat kilat dua orang Bapak yang duduk di samping saya segera melompat ke dalam Lokomotip seri D 301 53 setelah menyelesaikan tagihan kepada pemilik warung nasi di stasiun Demak. Beliau sternyata Masinis dan Ass Mas KA Penumpang Semarang - Blora yang saya naiki. Secepat itu pun saya segera melompat ke dala gerbong penumpang seri CR 363 yang berkapasitas 98 penumpang dengan kursi memanjang membelakangi jendela . Kuhitung okupansinya sekitar 70 persen , Lumayan untuk ukuran KA Lokal. Deru peluitpun terdengar dan Nguk....jesss...jess... D 301 53 yang sempat saya lihat sudah disehatkan ( repowering ) membawa 1 CR 363 . 3 GR pun meninggalkan stasiun Demak...
Ah masa lalu begitu indah , seindah kenangan th 1977.
Secepat kilat dua orang Bapak yang duduk di samping saya segera melompat ke dalam Lokomotip seri D 301 53 setelah menyelesaikan tagihan kepada pemilik warung nasi di stasiun Demak. Beliau sternyata Masinis dan Ass Mas KA Penumpang Semarang - Blora yang saya naiki. Secepat itu pun saya segera melompat ke dala gerbong penumpang seri CR 363 yang berkapasitas 98 penumpang dengan kursi memanjang membelakangi jendela . Kuhitung okupansinya sekitar 70 persen , Lumayan untuk ukuran KA Lokal. Deru peluitpun terdengar dan Nguk....jesss...jess... D 301 53 yang sempat saya lihat sudah disehatkan ( repowering ) membawa 1 CR 363 . 3 GR pun meninggalkan stasiun Demak...
Ah masa lalu begitu indah , seindah kenangan th 1977.

