30-01-2011, 04:22 PM
Sebenarnya sih masalahnya bukanlah waktu tempuh, tetapi harga.
Sebagai contoh Jakarta-Surabaya naik pesawat cuma 1-2 jam tapi harganya astaga mahalnya. Naik ABA 10 jam tapi harga Rp. 300 ribu.
Bandingkan dengan Jakarta-Bandung. Naik GoPar Eksekutif (pembandingnya harus yang full-AC juga) 3-3,5 jam harga Rp. 65.000,-. Naik travel 2 jam harga Rp. 45-75 ribu, tergantung perusahaan travelnya.
Gimana orang ga mau naik travel? Udah lebih murah, cepet lagi. Coba kalo tarif tol JKT-BD dinaikin (tadi aja kalo ga salah dari Bandung - Pasteur ke Cikunir saja Rp. 40.500,-), trus harga tiket GoPar Eksekutif diturunin, pasti kan harga travel naik (gimana mo balik modal kalo bayar tol lebih mahal, tapi pendapatan ga meningkat), bisa saja jadinya kayak pesawat JKT-SBY, jauh lebih mahal dari ABA, makanya orang masih memilih naik KA...
Ga perlu ada campur tangan swasta dulu, coba kembangkan apa yang sudah ada. Karena biar ada campur tangan dari pihak swasta, tapi kalo nihil, ya sama aja bohong kan...
Sebagai contoh Jakarta-Surabaya naik pesawat cuma 1-2 jam tapi harganya astaga mahalnya. Naik ABA 10 jam tapi harga Rp. 300 ribu.
Bandingkan dengan Jakarta-Bandung. Naik GoPar Eksekutif (pembandingnya harus yang full-AC juga) 3-3,5 jam harga Rp. 65.000,-. Naik travel 2 jam harga Rp. 45-75 ribu, tergantung perusahaan travelnya.
Gimana orang ga mau naik travel? Udah lebih murah, cepet lagi. Coba kalo tarif tol JKT-BD dinaikin (tadi aja kalo ga salah dari Bandung - Pasteur ke Cikunir saja Rp. 40.500,-), trus harga tiket GoPar Eksekutif diturunin, pasti kan harga travel naik (gimana mo balik modal kalo bayar tol lebih mahal, tapi pendapatan ga meningkat), bisa saja jadinya kayak pesawat JKT-SBY, jauh lebih mahal dari ABA, makanya orang masih memilih naik KA...
Ga perlu ada campur tangan swasta dulu, coba kembangkan apa yang sudah ada. Karena biar ada campur tangan dari pihak swasta, tapi kalo nihil, ya sama aja bohong kan...

