(27-01-2011, 09:21 AM)Charles Wrote: Setahu saya ulah suporter yang rusuh dengan warga tersebut tidak hanya memecahkan kaca jendela saja, interior kereta penumpang yang mereka naiki pun juga ikut dirusak, hingga lokomotif pun tak luput jadi sasaran di mana masinis dan asistennya dipaksa untuk menjalankan KA di luar perka.
Wah ini sih sudah sama dengan TERORIS namanya, maksa masinis (KA)/pilot (pesawat)/supir (bus) bersama asistennya untuk jalan kapan saja sesuka mereka (tambahan kalo pesawat dan bus kemana mereka mau, kalo kereta kan jalannya sudah ditentukan oleh sepasang batang baja)...
Jadi emang solusinya ya para suporter tersebut dilarang untuk bepergian dengan KA. Tapi masalahnya...
(27-01-2011, 08:38 AM)eri4nto Wrote: kalo dilarang seperti itu, gimana kalo ntar suporter-nya kecewa terus ngamuk terus ngrusak stasiun atau kereta yang lewat?
kita ingat kejadian di stasiun bogor beberapa tahun lalu dimana sejumlah penumpang (yang notabene penumpang biasa, bukan suporter bola) ngamuk dan ngerusak stasiun gara-gara kereta gak bisa berangkat. [u[nah kalo supporter bola, apalagi bonek, mengalami kejadian ini, sangat besar kemungkinan mereka melakukan hal yang sama bahkan mungkin lebih beringas lagi.[/u]
Bisa-bisa jadinya begitu...
Dan kasihan juga buat suporter yang tahu adat, contohnya...
(27-01-2011, 01:38 PM)ferial Wrote: The Jack + Aremania. Mereka masih modal, mau bayar tiket kereta, bayar tiket masuk. Tertib juga. Selama damai di jalur yang mereka lewati semuanya juga akan baik. Gw pernah mo balik pulang abis nonton bola Persija vs Arema di Senayan. Para Aremania pulang juga tertib ga da masalah. Mereka antri tiket juga naek GBM, ga asal ngambing ga jelas.
Kan kasihan juga mereka yang berperilaku layaknya penumpang KA yang terpelajar...
Bagaimana kalo hukumannya dateng langsung dari PSSI sebagai penyelenggara LSI? Jadi setiap pertandingan tandang suporter tim-tim tertentu yang "super trouble maker" dilarang untuk menonton pertandingannya langsung di hadapan tim kesayangan mereka, betapapun, secara psikologis, para pemain jadi kekurangan semangat karena kehilangan "pemain ke-12" mereka. Tapi cuma itu ganjaran yang paling tepat (menurut saya) untuk "makhluk-makhluk super" seperti mereka...
