20-01-2011, 06:13 PM
Abby dan Bobby masih memikirkan kejadian di bordes beberapa menit yang lalu.
"Si Abby ternyata baik, ramah, imut lagi," batin Bobby.
"Si Bobby cakep ya. Tapi kayak gue pernah ketemu deh, tapi dimana?" pikir Abby.
Tak terasa hampir 4 jam telah berlalu sejak keberangkatan dari Surabaya.
Selamat siang, penumpang. Kami informasikan bahwa kereta api Argo Bromo Anggrek akan memasuki Stasiun Semarang Tawang dalam waktu lima menit, tepat pukul 12. Terima kasih telah menggunakan jasa kereta api Argo Bromo Anggrek, sampai jumpa di kesempatan yang lainnya. Selamat siang.
Lima menit kemudian, laju kereta diperlambat ketika memasuki jalur 1 Stasiun Tawang. Bobby turun ke peron hendak memotret rangkaian ABA yang sedang stabling. Anehnya, terlihat banyak orang berkerumun di sekitar lokomotif. Ada yang berseragam PT KA, ada orang yang berpakaian bebas.
"Paling RF, coba samperin ah," pikirnya. Ternyata dugaannya benar, ada banyak RF disitu.
"RF juga ya?" tanya salah seorang pemuda.
"Iya, gue Bobby dari Bandung. Mas dari Semarang?" balas Bobby.
"Bener. Kenalin, gue Tommy, ini Andre, juga dari Semarang," lanjut pemuda tersebut.
"Kenapa dengan loknya?" tanya Bobby.
"Kayaknya ada trouble..." duga Tommy.
"Padahal baru beres PA," lanjut Andre. "Ini kan yang nabrak Senjut di Petarukan."
"Trus kalo trouble diganti lok apa?" tanya Bobby.
"Kalo ga salah ada C4 11 sih, cuma mo dines Sindoro nanti malam," kata Andre. "Padahal C4 10 lagi dinas Sindoro dari Gambir, trus C3 29 dan 30 dinas Rajawali, tinggal C1..."
"Omong-omong, lu lagi ngapain di Semarang?" tanya Tommy.
"Cuma transit," jawab Bobby. "Gue lagi numpang nih ABA."
"Trus entar mo nyambung GoPar ke Bandung?" tanya Tommy.
"Iya sih, pengennya naik yang jam 7 dari Gambir," jawab Bobby.
"Wah, telat donk, bisa ga keburu," lanjut Tommy.
"Eh, ternyata ditarik C1 141R," kata Andre melihat lok yang masuk jalur 1 dari arah barat.
"Bukannya si 141 cuma buat langsirin C3 40?" tanya Tommy.
Tiba-tiba, suara klakson lokomotif terdengar cukup keras. Suara itu,
kata orang yang paham semboyan kereta api, sangat dikenal Bobby.
"Itu CC 201 100 ya?" tebaknya. "Mungkinkah dia yang menggantikan si C3 40?"
"Koq tahu sih itu si Cepe, padahal ada di belakang lu," tanya Andre.
"Orang Bandung gitu, hafal bunyi
lokomotif Bandung," jawab Bobby. "Sebenernya sih emang karena Semboyan 35-nya beda dari yang lain."
"Lu anak Semboyan 35 juga ya?" tanya Andre.
"Iya. Wah hari ini jadi kenal banyak anak Semboyan 35 nih," kata Bobby.
Mereka masih melanjutkan pembicaraan mereka sampai akhirnya si Cepe telah berhasil disambungkan dengan rangkaian ABA.
"Kapan-kapan dateng ke Semarang lagi ya!" seru Andre ketika pintu gerbong yang ditumpangi mulai menutup. Dari bordes Bobby mengacungkan jempol kanannya sebagai tanda persetujuan. Tepat pukul 12:20, masinis membunyikan
tanda kereta siap diberangkatkan. Andre dan Tommy masih berdiri di peron sambil melambaikan tangan mereka ke arah Bobby, yang masih berdiri di bordes.
Selamat tinggal Semarang, sampai berjumpa lagi!
"Si Abby ternyata baik, ramah, imut lagi," batin Bobby.
"Si Bobby cakep ya. Tapi kayak gue pernah ketemu deh, tapi dimana?" pikir Abby.
Tak terasa hampir 4 jam telah berlalu sejak keberangkatan dari Surabaya.
Selamat siang, penumpang. Kami informasikan bahwa kereta api Argo Bromo Anggrek akan memasuki Stasiun Semarang Tawang dalam waktu lima menit, tepat pukul 12. Terima kasih telah menggunakan jasa kereta api Argo Bromo Anggrek, sampai jumpa di kesempatan yang lainnya. Selamat siang.
Lima menit kemudian, laju kereta diperlambat ketika memasuki jalur 1 Stasiun Tawang. Bobby turun ke peron hendak memotret rangkaian ABA yang sedang stabling. Anehnya, terlihat banyak orang berkerumun di sekitar lokomotif. Ada yang berseragam PT KA, ada orang yang berpakaian bebas.
"Paling RF, coba samperin ah," pikirnya. Ternyata dugaannya benar, ada banyak RF disitu.
"RF juga ya?" tanya salah seorang pemuda.
"Iya, gue Bobby dari Bandung. Mas dari Semarang?" balas Bobby.
"Bener. Kenalin, gue Tommy, ini Andre, juga dari Semarang," lanjut pemuda tersebut.
"Kenapa dengan loknya?" tanya Bobby.
"Kayaknya ada trouble..." duga Tommy.
"Padahal baru beres PA," lanjut Andre. "Ini kan yang nabrak Senjut di Petarukan."
"Trus kalo trouble diganti lok apa?" tanya Bobby.
"Kalo ga salah ada C4 11 sih, cuma mo dines Sindoro nanti malam," kata Andre. "Padahal C4 10 lagi dinas Sindoro dari Gambir, trus C3 29 dan 30 dinas Rajawali, tinggal C1..."
"Omong-omong, lu lagi ngapain di Semarang?" tanya Tommy.
"Cuma transit," jawab Bobby. "Gue lagi numpang nih ABA."
"Trus entar mo nyambung GoPar ke Bandung?" tanya Tommy.
"Iya sih, pengennya naik yang jam 7 dari Gambir," jawab Bobby.
"Wah, telat donk, bisa ga keburu," lanjut Tommy.
"Eh, ternyata ditarik C1 141R," kata Andre melihat lok yang masuk jalur 1 dari arah barat.
"Bukannya si 141 cuma buat langsirin C3 40?" tanya Tommy.
Tiba-tiba, suara klakson lokomotif terdengar cukup keras. Suara itu,
kata orang yang paham semboyan kereta api, sangat dikenal Bobby."Itu CC 201 100 ya?" tebaknya. "Mungkinkah dia yang menggantikan si C3 40?"
"Koq tahu sih itu si Cepe, padahal ada di belakang lu," tanya Andre.
"Orang Bandung gitu, hafal bunyi
lokomotif Bandung," jawab Bobby. "Sebenernya sih emang karena Semboyan 35-nya beda dari yang lain.""Lu anak Semboyan 35 juga ya?" tanya Andre.
"Iya. Wah hari ini jadi kenal banyak anak Semboyan 35 nih," kata Bobby.
Mereka masih melanjutkan pembicaraan mereka sampai akhirnya si Cepe telah berhasil disambungkan dengan rangkaian ABA.
"Kapan-kapan dateng ke Semarang lagi ya!" seru Andre ketika pintu gerbong yang ditumpangi mulai menutup. Dari bordes Bobby mengacungkan jempol kanannya sebagai tanda persetujuan. Tepat pukul 12:20, masinis membunyikan
tanda kereta siap diberangkatkan. Andre dan Tommy masih berdiri di peron sambil melambaikan tangan mereka ke arah Bobby, yang masih berdiri di bordes.Selamat tinggal Semarang, sampai berjumpa lagi!

