kalo yg saya tau sih kalo mesin diesel (apapun jenisnys, apakah mesin besar ataupun kecil termasuk juga mesin Lokomotif) bisa tahan bila terus menerus di operasikan hingga 2-3 hari bahkan mungkin hingga 1 minggu penuh. .yg terpenting adalah perawatan pada minyak pelumasnya dan tentu saja komponen yg ada di lokomotif itu sendiri. .Jika minyak pelumas masih baru, ,Lok bisa hidup selama lebih dari 3 x 24 jam hingga mungkin 1 minggu penuh jika kondisi Lok benar2 sehat
Biasanya kalau mesin sering dimatikan justru akan mudah rusak. .untuk istirahat, ,mesin diesel hanya perlu didiamkan kurang lebih 30 menit sampai satu jam meski tetap berada dalam kondisi on
Nb : Isi HSD bukan berarti istirahat, ,jadi jika suatu Lok setelah dinas trus masuk DIPO, ,isi HSD dan langsung berangkat lagi, itu bukan termasuk istirahat, ,karena isi HSD tidak membutuhkan waktu lama. . .yg dimaksud istirahat dalam kondisi on yaitu mesin Lok dibiarkan dalam kondisi on selama 30 menit sampai 1 jam (handel dalam kondisi neutral)
tapi bukan berarti mesin diesel harus on selama 24 jam full, , ,mesin diesel tetap butuh istirahat dalam kondisi off
Mesin diesel butuh waktu kurang lebih 3 jam dalam kondisi off agar mesin benar2 dingin. . .nah, dalam kondisi off tersebut tehnisi harus benar2 teliti dalam mengecek kondisi Lok. .apakah semua siap atau tidak. .termasuk mengecek komponen terpenting untuk mesin yg di forsir hingga berhari-hari yaitu minyak pelumas. . .setelah 3 jam off dan dipastikan semua siap operasi, ,mesin diesel sudah siap dihidupkan kembali dan siap dinas kembali hingga berhari2 jika diperlukan
Namun jika kondisi Lok tidak siap, ,maka Lok harus segera dimatikan untuk menjalani perawatan dan pergantian suku cadang jika dibutuhkan
Cara inilah yg dipakai DIPO Lok JR. .Lok BB 301 & BB 304 milik JR yg telah berusia uzur akan sangat sulit saat distater. .lagipula mesin Lok yg sudah uzur akan mudah sekali rusak jika sering dimatikan dan dihidupkan
mangkanya Lok BB yg dinas KA Probowangi akan dibiarkan hidup hingga 4-5 hari tanpa pernah dimatikan sedetikpun
Biasanya kalau mesin sering dimatikan justru akan mudah rusak. .untuk istirahat, ,mesin diesel hanya perlu didiamkan kurang lebih 30 menit sampai satu jam meski tetap berada dalam kondisi on
Nb : Isi HSD bukan berarti istirahat, ,jadi jika suatu Lok setelah dinas trus masuk DIPO, ,isi HSD dan langsung berangkat lagi, itu bukan termasuk istirahat, ,karena isi HSD tidak membutuhkan waktu lama. . .yg dimaksud istirahat dalam kondisi on yaitu mesin Lok dibiarkan dalam kondisi on selama 30 menit sampai 1 jam (handel dalam kondisi neutral)
tapi bukan berarti mesin diesel harus on selama 24 jam full, , ,mesin diesel tetap butuh istirahat dalam kondisi off
Mesin diesel butuh waktu kurang lebih 3 jam dalam kondisi off agar mesin benar2 dingin. . .nah, dalam kondisi off tersebut tehnisi harus benar2 teliti dalam mengecek kondisi Lok. .apakah semua siap atau tidak. .termasuk mengecek komponen terpenting untuk mesin yg di forsir hingga berhari-hari yaitu minyak pelumas. . .setelah 3 jam off dan dipastikan semua siap operasi, ,mesin diesel sudah siap dihidupkan kembali dan siap dinas kembali hingga berhari2 jika diperlukan
Namun jika kondisi Lok tidak siap, ,maka Lok harus segera dimatikan untuk menjalani perawatan dan pergantian suku cadang jika dibutuhkan
Cara inilah yg dipakai DIPO Lok JR. .Lok BB 301 & BB 304 milik JR yg telah berusia uzur akan sangat sulit saat distater. .lagipula mesin Lok yg sudah uzur akan mudah sekali rusak jika sering dimatikan dan dihidupkan
mangkanya Lok BB yg dinas KA Probowangi akan dibiarkan hidup hingga 4-5 hari tanpa pernah dimatikan sedetikpun

