20-01-2011, 12:33 PM
(This post was last modified: 20-01-2011, 12:43 PM by BAMBANG EKO.)
Kereta api Indonesia ini saat2 jaman PJKA mengalokasikan armadanya 70 % untuk kelas ekonomi dan 30% untuk kelas komersial , kini sudah berbanding terbalik . dan pedagang pun jadi terlihat lebih " tampak " karena memang pangsa pemasaran menjadi lebih sempit
.Pic pedagang dan KA bersinergis
![[Image: 96lu37.jpg]](http://i56.tinypic.com/96lu37.jpg)
Pada KA Banteks {Banten Ekspres } relasi Merak - Jakarta yang mempunyai stamformasi CC 201 bawa 6 K3 plus 1 B ini setiap harinya tak kurang dari seribu orang pemerjalan yang mengandalkan kehadirannya , saat2 sampai di stasiun antara , ada saja dagangan yang dimuntahkan dari perut gerbong bagasi ( B ) sekalian dengan para asongan yang senantiasa seiring , sejalan dan seirama yang setia sebagai teman seperjalanan.
![[Image: 29d926b.jpg]](http://i56.tinypic.com/29d926b.jpg)
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Kereta api Ekonomi ini andai saja kita hitung , betapa banyak insan terkait yang kehidupannya tergantung dari keberadaan sang Kereta Api , Pedagang , Pegawai , Pengamen dan pe...pe yang lain yang sehari2 nya mengandalkan kehadiran sang " Dewi Fortuna " ini sebagai penopang kelangsungan hidup , contoh pada Pic , pengamen yunior yang skilnya pas-pasan pun bisahidup dari keberdaan KA

