10-01-2011, 08:46 PM
(10-01-2011, 06:23 PM)Andrew_CN Wrote:(10-01-2011, 06:43 AM)dtRAiNeR Wrote:(10-01-2011, 03:16 AM)Andrew_CN Wrote: Sementara klo untuk urusan kondisi rangkaian, kek spengalaman kang hadi d atas si, klo menurut gw itu karna dampak dari cuaca blakangan ini & otomatis waktu idle + perawatan yg sangat kurang ya
walopun d BD kadang K1 & K2nya d ganti dengan cadangan, tapi bagaimana dengan yg d ML, karna ML kan ga menyediakan kereta cadangan untuk malabar, karna ini rangkaian milik BD, paling klo misal punya juga cuma K3nya dari cadangan rangkaian matarmaja.
seharusnya kan dalem 24 jam kereta itu perlu waktu istirahat minimal 8 jam, klo KA ini gw bilang prioritas perawatannya uda dalem keadaan urgent, padahal ini KA bendera
Yang saya bold itu dalam keadaan normal pun (KA tidak mengalami keterlambatan) mustahil akan terwujud. Kenapa? Di jadwal tertulis, rangkaian KA Malabar dari BD tiba ML jam 08:11, lalu berangkat lagi jam 15:30, berarti waktu "tidurnya" cuma 7 jam 19 menit. Lalu, rangkaian dari ML tiba BD jam 08:37, lalu berangkat lagi jam 15:30, berarti cuma "tidur" 6 jam 53 menit. Padahal, satu rangkaian tersebut "bekerja" 16 jam 41 menit (BD-ML) dan 17 jam 7 menit (ML-BD)...
ya, makanya itu gw bilang dalam keadaan urgetn yg artinya perlu ada perubahan
misalnya klo aja KA ini mengalami pertukaran rangkaian juga dengan argo kede (argo parahyangan yg pake K1 livery exis) & sblomnya malabar d beri operator dulu + tv pada K1nya supaya dalem pertukaran itu rangkaian istirahat & perawatannya lebi lama, but no
skarang ini teknik PT. Kereta Api (Persero) dalam merawat rangkaian d banding jaman PJKA & DKA dulu sungguh sangat amatir
walopun memank klo tuker ma goder masi ada permasalahan "gmana dengan K3nya?" tapi rasanya klo masi hri biasa, bukannya masi bisa pinjem 2 kereta cadangannya pasundan ato odonk2 (yg bukan bentuk KRD) kan pasti ada tuh
klo emank PT. Kereta Api (Persero) mo ambil keadaan mepet2, klo ga ya minta aja K3 hibahan dari DAOP laen, toh bnernya waktu K3 nutriasri yg d pake malabar itu d ambil dari CN, itu bukan cuma 2 kereta lho, tapi ada 4 K3 nutrisari & 1 KMP3 nutrisari, itu barang kmana?
Bukannya untuk Malabar BD punya 6 K3 Nutrisari, mulai dari 09533 s/d 09538? Dan yang pastii ke-6 gerbong ini dipasangkan sbb.: 09533-09536, 09534-09537, 09535-09538.
Salah satu pasangan biasanya akan standby di BD untuk menggantikan K3 yang habis dinas 7061 ML-BD. Jadi, harusnya, dengan begitu bisa diadakan rotasi seperti berikut: (misal) untuk hari ini yang dinas 7061 itu 09533+6, lalu yang dinas 7062 09534+7, berarti yang standby adalah 09535+8, besok yang dinas 7062 berarti 09535+8, 09533+6 standby di BD untuk menggantikan 09534+7, dan begitu lagi...
Tapi faktanya, jarang sekali dilakukan pergantian baik pada K1 maupun K3. Tentu buat K2 bisa diimprovisasi, entah minjem dari GoPar atau, kemungkinan besar, Mutsel yang waktu istirahatnya (jika on-time) bisa mencapai 10 jam 19 menit (05:41-17:00). Bahkan pernah suatu kali Malabar pake B-nya Mutsel yang stripping Bisnis, bukan yang hijau (08512/3)... Yang anehnya justru adanya penampakan K3 Nutrisari Malabar di rangkaian K3 lain yang dikelola BD...
Untuk K1 livery Eksis, jarang sekali ada pergantian gerbong, yang sudah biasa dinas Malabar itu kalo ga K1-64510+K1-64516 ya K1-64508+K1-64513, yang suka jadi cadangan (yang ditambahin pas week-end atau hari libur) ada K1-64511 dan K1-645**/675** saya lupa...
Dulu pernah kejadian GoPar 7067/7068 pake K1 Eksis, tanggal 01 Agustus 2010 salah satunya (waktu itu saya naik Eks-3 yang pake K1-64503), nah apa ga bisa, secara periodik, K1-nya Malabar pinjem set K1-nya GoPar yang stripping Argo seri 985**? Jadi ada "liburan" juga buat K1 Malabar. Lodaya aja pernah minjem K1 GoPar, masak Malabar ga boleh...
