22-12-2010, 08:02 AM
(22-12-2010, 01:23 AM)dtRAiNeR Wrote:(21-12-2010, 08:24 PM)gerryrockygelardy Wrote: ckckckckck kemana CC 203 ma CC 204 nya ???
Kalo ngga PA, tentunya dipakai KA lain, bahkan sempat Argo Wilis, yang langganan pake C1, pernah pake C3. Atau Argo Parahyangan, kalo DT 2 C1 tidak bisa menggantikan 1 C3?
Kenapa ya tidak diprioritaskan kepada rangkaian yang lebih membutuhkan? Sekalipun ada K2 dan K3, kan berkos tetap 32000 KG, belum ditambah jumlah penumpang di dalamnya yang notabene lebih banyak daripada K1 (berkos 35000 KG), sehingga tonase hampir sama untuk jumlah gerbong sama.
Barangkali ditarik C1 hanya dilintas datar saja, kalau ditrack menanjak ya harus DT kalau pakai C1, apalagi musim hujan. Kalau tidak salah di Dipo BJR selalu ada lok yang stand by yang berfungsi sebagai lok.penolong atau buat DT.
![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)

