Sabtu kemarin naik KRD ke SI.
Ternyata, banyak keluhan dari penumpang setianya.
Ternyata, banyak keluhan dari penumpang setianya.
Mulai dari Dipo BOO yang disterilisasi,sehingga calon penumpang tidak bisa naik dari Dipo untuk pilih tempat duduk. Padahal mereka sudah datang ke Sta.BOO dari jam 2-3 siang. KRD dilangsir masuk jalur 1 beberapa menit sebelum berangkat, akhirnya saling berebut masuk. Disayangkan kenapa KRD nya sudah ada bukannya dilangsir saja,minimal 1 jam atau setengah jam sebelum berangkat supaya penumpang tidak berebut.
Pintu yang sengaja dimanualkan ternyata merepotkan penumpang, yang mau turun atau naik. Sudah tunggu didepan pintu begitu cess..pintu dibuka ehh,,taunya pintu tertutup.Sehingga harus pindah cari pintu yang terbuka. Sangat merepotkan saat penuh.
Sampai keluhan kemarin anjlok di THB, yang baru berangkat dari BOO jam 8 kurang 15 malam sampai SI jam 10 malam. Rangkaian yang selalu konstan cuma 4 KRD walaupun weekend. Apa Daop I sengaja tidak mau rugi? Memang kalau subuh dari SI tidak seramai sore dari BOO.Tapi kalau weekend, sore dari BOO cuma 4 KRD penuhnya bukan main. Syukur masih bisa keangkut.
Banyak kru KRL atau kru Daop I yang pulang ke arah SI minta BLB ditengah jalan.
Ternyata masyarakat sangat berharap pada si Geulis karena tarif dan waktu tempuhnya,apalagi wekend. Banyak yang bawa keluarga. Ongkos kalau naik elf bogor-sukabumi bisa mencapai Rp.20.000- kalau weekend, belum macetnya. BOO-SI bisa sampai 4 jam.Tapi yang diharapkan malah mengecewakan,,

![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)
