14-11-2010, 12:39 AM
(13-11-2010, 04:23 PM)sepur_lori Wrote:(12-11-2010, 08:43 PM)muhammad fahmi Wrote:(12-11-2010, 04:52 PM)sepur_lori Wrote: Loko dieselnya itu kalau tidak salah hijrahan dari PG Cepiring setelah tutup tahun 1997. Sebelumnya Djatibarang tdk punya loko buatan Jepang (lok itu dibuat oleh Hokuriku), adanya lok buatan Jerman (Schoema) dan Belgia (Moes). Trus monumen lok uap itu adl C 8 (Jung 0-6-0T). Sbg catatan lok uap terachir yg dinas di PG Djatibarang adl C 2 (Couillet-Henschel 0-6-0) dan D 5 (Jung 0-8-0T)
tul, malah salah satu loko uap dijual ke prancis dg harga 500jt, harga yg begitu murah. sayag sekali.
------------------------ (nuwun sewu)
mejeng di loko schoema buatan jerman 1972
Yg betul Schoema. Trus lokonya yg dijual itu sebenarnya ke Inggris, tepatnya di Statfold Barn Railway yaitu BB 9 (Jung 0-4-4-0T), hijrah taun 2006 skrg lagi thp perbaikan nantinya dioperasikan lagi utk kereta wisata.
Ini fotonya sewaktu masih beroperasi wira-wiri dari ladang ke PG Djatibarang
suwun kang,,,
RF muhammad fahmi, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.



![[Image: 4607947141_c8191da08a_b.jpg]](http://farm2.static.flickr.com/1092/4607947141_c8191da08a_b.jpg)