31-10-2010, 05:06 PM
(This post was last modified: 31-10-2010, 05:19 PM by Penjelajah.)
(30-10-2010, 10:34 PM)raditiya Wrote: Jalur Balung-Ambulu ditutup tahun 1945.
Sementara jalur Rambipuji-Lumajang ditutup tahun 1986.
Jadi sepertinya dulu ada 2 jalur yang melayani rute Balung-Ambulu
Sudah saya jelaskan diatas. Jalur "tidur" yang dibuka lagi. Ada dua percabangan dari jalur utama Rambipuji-Lumajang, selain ke Ambulu juga ke Puger.
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(30-10-2010, 08:12 PM)fun_plano Wrote:(24-10-2010, 09:49 PM)Toto Wrote: Bang Wafa,Bila dilihat dari sejarahnya dan faktor administratif yang berbeda (Lumajang dan Jember) kemungkinan seperti itu kang...
Jika merujuk pada Buku Sejarah KA Jilid I, nampaknya 600 mm hanya sampai Puger dan jalur percabangan. Jadi rutenya Rambipuji-Balong-Puger. Tapi peta menunjukkan jika rel menuju Puger tidak diregauge, melainkan dimatikan. Dalam peta tidak ada rel menuju Puger. Apakah benar demikian?
Sedangkan jalur mulai Klakah-Lumajang-Kencong, nampaknya sejak dulu memang 1067.
Dengan kata lain, setelah Rambipuji-Balong diregauge, jalur disambung dengan Kencong-Lumajang-Klakah. Apakah perkiraan saya ini benar?
Mohon pencerahan.
Salam Spoor,
Thx ralatnya, yang keliatan merah muda melulu,

Secara umum pembangunan jalur kereta api sangat jarang sekali berkaitan dengan wilayah administratif pemerintahan (kecuali tidak adanya konsesi antara para penguasa saat itu). Saya kurang tahu lintas ini dibangun dari dua pertemuan barat dan timur atau secara linier, yang jelas jalur dua mode gauge ini dimiliki oleh SS.
![[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4100/4860986383_7d35fd903e_b.jpg)
