(21-10-2010, 02:28 PM)bagus70 Wrote: Daerah Ciganea memang daerah labil, karena tanahnya merupakan tanah endapan Jatiluhur. Jadi bukan tanah vulkanik atau tanah kapur.
Makanya jalan tol Tipularang waktu awal-awal operasi kan sering sekali longsor di areal yang sama.
Jalan KA saja sudah pernah direlokasi sekali.
Yang saya dengar, lokonya menghantam tanah longsor.
Bener mas,
coba kalo kita tanya aja dikit history tentang CIganea ini ama eyang goggle, dikasih nya banyak bener dibawah ini dan rata rata emang menyimpulkan petak ini rawan pergerakan tanah alias labil.
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/...h-Bergerak
http://regional.kompas.com/read/2010/04/...apis.Beton.
http://us.bandung.detik.com/read/2010/02...san-khusus
Gak sengaja nemu link dibawah ini , mungkin bisa jadi acuan kita bersama mengapa Ciganea dan sekitar nya rawan pergerakan tanah alias labil. apakah keberadaan sungai purba jauh dibawah lapisan tanah sana mempengaruhi juga? silahkan dianalisa sendiri sendiri dan kembali ke pendapat masing masing
http://webcache.googleusercontent.com/se...clnk&gl=id
