13-10-2010, 02:39 PM
(This post was last modified: 13-10-2010, 02:42 PM by Agus Riyanto.)
Dah cari di search, ngga nemu nih PLH
Kejadiannya di Korea Utara, tapi negara rezim komunis tersebut menutup rapat semua akses tentang informasi suatu insiden didalam negeri nya, termasuk PLH ini.
Betul ga yah, ampe menelan segitu banyak korban ? Ada yang tahu info lebih lengkapnya ?

Ini beritanya dari "SUARA MERDEKA" Jawa Tengah
Kejadiannya di Korea Utara, tapi negara rezim komunis tersebut menutup rapat semua akses tentang informasi suatu insiden didalam negeri nya, termasuk PLH ini.
Betul ga yah, ampe menelan segitu banyak korban ? Ada yang tahu info lebih lengkapnya ?

Ini beritanya dari "SUARA MERDEKA" Jawa Tengah
Quote:logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 April 2004 NASIONAL
Line
Tabrakan KA Korut, Ribuan Tewas
* Pyongyang Coba Menutup-nutupi
SEOUL - Sampai 3.000 orang dikabarkan tewas atau terluka dalam insiden tabrakan dua kereta api barang di sebuah stasiun KA Korut, Kamis kemarin. Terdengar ledakan dahsyat beberapa menit setelah tabrakan tersebut.
Tabrakan terjadi, beberapa jam setelah pemimpin Korut Kim Jong-il melewati stasiun KA tersebut dalam perjalanan pulang dari China, lapor kantor berita Yonhap.
Laporan kantor berita Korsel itu mengutip sumber-sumber di kota Dandong, China, yang berbatasan dengan Korut. Dikatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (11.00 WIB), sembilan jam setelah Kim dilaporkan melintasi stasiun tersebut dalam perjalanan pulang ke Pyongyang, ibu kota Korut.
Laporan itu menggambarkan terjadinya kerusakan luas yang hebat akibat ledakan tersebut.
"Stasiun KA Ryonchon luluh-lantak seperti habis dibombardir. Puing-puing berterbangan ke udara," lapor Yonhap, mengutip sumber-sumber tidak dikenal.
Sumber-sumber itu mengatakan, kedua KA kargo yang sama-sama mengangkut bensin dan gas alam cair tersebut bertabrakan di Stasiun Ryonchon, 50 kilometer dari Sinuiju ke arah Pyongyang.
Banyak sekali orang tersambar semburan bola api hingga tewas atau luka-luka bakar serius.
Sinuiju adalah sebuah kota Korut yang letaknya tidak jauh dari perbatasan Chi-na.
"Kami belum menerima keterangan resmi tentang kecelakaan tersebut. Kami sedang berusaha mendapatkan konfirmasi," kata juru bicara Kementerian Unifikasi di Seoul.
Menurut sumber-sumber tersebut, orang-orang Tionghoa di Dandong khawatir akan keadaan teman atau kerabat mereka yang mungkin terjebak dalam ledakan tersebut.
Maklum, para pedagang dari kedua sisi negara bertetangga dan punya hubungan tradisional erat tersebut selalu menyeberangi perbatasan, untuk berniaga.
Sementara itu televisi YTN, yang mengutip sejumlah saksi mata, juga mengatakan korban tewas atau luka mencapai ribuan orang.
Namun, baik Yonhap maupun YTN belum dapat memberikan angka pasti.
Kantor berita Korsel itu melaporkan, para pejabat Departemen Pertahanan Korsel mengaku telah mendengar laporan intelijen tentang terjadinya ledakan hebat di wilayah Korut.
Telepon Diputus
Sayang, semua laporan media internasional - Reuters, AP, AFP, BBC, CNN, dll - tentang insiden itu hanya didapatkan dari sumber-sumber China yang berlokasi tidak jauh dari tapal batas Korut.
Tidak mungkin mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang Korut, sebab rezim komunis yang berkuasa di Pyongyang dikenal luas amat menutup rapat informasi apa pun tentang suatu insiden di dalam negeri. Berita terakhir media Korsel, yang dimonitor pukul 23.30 WIB semalam, menyebutkan Pyongyang mengumumkan keadaan darurat sehubungan dengan musibah yang banyak menelan korban jiwa manusia itu. Sebagai isyarat tentang upaya menutup-nutupi musibah tersebut, pihak berwenangKorut telah memutus saluran telepon internasional ke lokasi kejadian.
Kamis kemarin, media resmi Korut melaporkan lawatan tiga hari Kim Jong-il ke Beijing, tetapi tidak menyinggung soal ledakan KA tersebut. Kim tidak menggunakan alat transportasi udara ketika dia melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kantor berita resmi KCNA mengutip Kim, yang mengatakan dalam suatu pidato perjamuan makan di Beijing, bahwa Korut akan aktif dalam perundingan enam negara, dan bersikap sabar, luwes, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan perundingan tersebut.
Sebelumnya, Korsel mengatakan yakin kemajuan mungkin dicapai dalam putaran pembicaraan berikutnya tentang ambisi senjata nuklir Korut, setelah Kim berkunjung ke China.(rtr-ben-30)
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
