07-10-2010, 10:34 PM
Feeder Raja 
Kayanya belom mendesak deh..., tp prinsipnya saya setuju.
Klo melihat keadaan sekarang ini, Dipo THB masih kekurangan armada lok. termasuk lok BB yang mulai uzur dan menyusut. Sehingga sudah tidak bisa di andalkan.
Saya lebih setuju jika perjalanan Raja yang diperpanjang sampe Cilegon / Merak. Karena saya melihat pangsa pasar yang cukup bagus, kalau mw belajar dari pengoprasian KA Merak Jaya yang telah gagal, PT. KA bisa meraup untung dari jalur ini. Alasannya:
1. St. Merak bertetangga dengan pelabuhan merak. Bahkan aksesnya pun mudah dan telah disediakan. Sehingga penumpang dari Pulau Sumatra bisa langsung masuk ke dalam setasiun.
2. Serang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten. Mobilitas penduduk juga tinggi. Pengalaman saya, jumlah penumpang dari stasiun Serang cukup Signifikan.
3. Penduduk kota Cilegon sebagian kaum transmigran dari daerah jawa tengah/ timur. Sehingga memudahkan mereka untuk mudik dengan KA.
Selain hanya KA Komuter, malahan Raja juga bisa dijadikan Feeder KA Brantas dan Bengawan dari Tanahabang.

Kayanya belom mendesak deh..., tp prinsipnya saya setuju.
Klo melihat keadaan sekarang ini, Dipo THB masih kekurangan armada lok. termasuk lok BB yang mulai uzur dan menyusut. Sehingga sudah tidak bisa di andalkan.
Saya lebih setuju jika perjalanan Raja yang diperpanjang sampe Cilegon / Merak. Karena saya melihat pangsa pasar yang cukup bagus, kalau mw belajar dari pengoprasian KA Merak Jaya yang telah gagal, PT. KA bisa meraup untung dari jalur ini. Alasannya:
1. St. Merak bertetangga dengan pelabuhan merak. Bahkan aksesnya pun mudah dan telah disediakan. Sehingga penumpang dari Pulau Sumatra bisa langsung masuk ke dalam setasiun.
2. Serang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten. Mobilitas penduduk juga tinggi. Pengalaman saya, jumlah penumpang dari stasiun Serang cukup Signifikan.
3. Penduduk kota Cilegon sebagian kaum transmigran dari daerah jawa tengah/ timur. Sehingga memudahkan mereka untuk mudik dengan KA.
Selain hanya KA Komuter, malahan Raja juga bisa dijadikan Feeder KA Brantas dan Bengawan dari Tanahabang.
" Pecinta Rangkas jaya "
