Aku suka mikirin, gmana caranya memecah kemacetan jalan di kota Bandung yang terutama lebih disebabkan karena banyaknya persimpangan jalan yang sangat berdekatan.
Akhirnya aku punya unek-unek dan saran, bagaimana kalo dibuatkan moda transportasi yang terelasi dengan transportasi darat yang ada namun tidak menambah potensi kemacetan baru. Yaitu dibuat moda transportasi seperti monorail, tapi lebih tepatnya 'flying railways' yang terkoneksi dengan eksisting railways. Jadi bayanganku, seandainya ada flying Lintas Utara yang dimulai dari Cileunyi menyusuri Cibiru, Ujungberung, Cicaheum, Jl. Suci, menyusuri flyover Pasupati, Pasteur, Parongpong, Cimahi dan berakhir di Padalarang. Serta Lintas Selatan yang terpecah di Cibiru dan menyusuri jalan Soekarno-Hatta, berbelok di PasirKoja ke arah barat menyusuri Cigondewah, Kerkoff, Baros, Jl. Batujajar, berakhir juga di Padalarang. Namun semuanya itu ada sekitar 5-7 meter di atas tanah, sehingga tidak terjadi persimpangan sebidang dengan jalan.
Gimana rekan2 RF, khususnya DAOP 2 BD yang lebih tahu detail kota Bandung. Semuanya baru sebatas khayalan, tapi akan lebih seru jika kita saling berbagi, siapa tahu ada Bapak-Bapak di atas yang denger...
Atau ada saran lain yang lebih bagus? Silahkan...
Akhirnya aku punya unek-unek dan saran, bagaimana kalo dibuatkan moda transportasi yang terelasi dengan transportasi darat yang ada namun tidak menambah potensi kemacetan baru. Yaitu dibuat moda transportasi seperti monorail, tapi lebih tepatnya 'flying railways' yang terkoneksi dengan eksisting railways. Jadi bayanganku, seandainya ada flying Lintas Utara yang dimulai dari Cileunyi menyusuri Cibiru, Ujungberung, Cicaheum, Jl. Suci, menyusuri flyover Pasupati, Pasteur, Parongpong, Cimahi dan berakhir di Padalarang. Serta Lintas Selatan yang terpecah di Cibiru dan menyusuri jalan Soekarno-Hatta, berbelok di PasirKoja ke arah barat menyusuri Cigondewah, Kerkoff, Baros, Jl. Batujajar, berakhir juga di Padalarang. Namun semuanya itu ada sekitar 5-7 meter di atas tanah, sehingga tidak terjadi persimpangan sebidang dengan jalan.
Gimana rekan2 RF, khususnya DAOP 2 BD yang lebih tahu detail kota Bandung. Semuanya baru sebatas khayalan, tapi akan lebih seru jika kita saling berbagi, siapa tahu ada Bapak-Bapak di atas yang denger...
Atau ada saran lain yang lebih bagus? Silahkan...

_________________________________________________________________
Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !

