wuih.....baru buka forum lagi.....ternyata sudah jadi hot thread......
kemaren pas saya dapat kabar sekitar jam 04.30 subuh, saya langsung berangkat ke tkp.......dan memang benturannya sangat dashyat sehingga mengakibatkan gerbong 9 hancur lebur tak terbentuk lagi......gerbong 8 terguling ke kanan dan menimpa rumah penduduk, gerbong 7 masi di atas rel dengan sedikit ringsek dan gerbong 6nya ringsek berat tapi kondisi masi di atas rel dan KMP yg peyot di salah satu sisinya.
penjelasannya sangat bagus......dan memang seperti itulah kejadian di lapangan.......
sinyal keluar arah pekalongan itu hanya ada di jalur 1 dan 3 sehingga kalo mau menyusul harus di jalur 1 atau di jalur 3......
nah....mungkin pada waktu itu, KA 4 ABA harus melakukan penyusulan melewati sepur 1, menurut reglemen kalo melakukan penyusulan menyeberang jalur gitu harus berhenti di sinyal merah, setelah PPKA yakin posisi KA sudah berhenti, barulah dia bisa mengubah wesel dan mengubah posisi sinyal jadi kuning.....namun ternyata ABA malah nerobos sinyal hingga akhirnya menabrak
perlu diketaui aja, jarak dari sinyal sampe posisi gerbong terakhir SU hanya sekitar 400 meter saja.......mau di rem se emergency apapun tidak akan bisa menghindari tabrakan.......
yah.....lebih baik menunggu hasil olah TKP dari KNKT........
biar semuanya jelas.......
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
untuk CC20340 kemungkinan dibawa ke BY Pengok, lalu dicuci bersih dan diperbaiki bagian mukanya sama kaca kabin yg pecah.......
kemaren pas saya dapat kabar sekitar jam 04.30 subuh, saya langsung berangkat ke tkp.......dan memang benturannya sangat dashyat sehingga mengakibatkan gerbong 9 hancur lebur tak terbentuk lagi......gerbong 8 terguling ke kanan dan menimpa rumah penduduk, gerbong 7 masi di atas rel dengan sedikit ringsek dan gerbong 6nya ringsek berat tapi kondisi masi di atas rel dan KMP yg peyot di salah satu sisinya.
(03-10-2010, 11:03 PM)optibus prime Wrote: Sebelumnya ane mohon maaf jika postingan ane terlalu panjang dan mengandung kata-kata yg kurang berkenan di hati pembaca sekalian, ane memang newbie banget soalan Kereta api, dan ane pun gak berhak mengambil keputusan secara sepihak, tapi postingan ane ini bukan untuk menuduh seseorang menjadi bersalah atau tidak. tapi postingan ane ini hanya sekedar analisis sederhana yg tentunya membutuhkan koreksi dari berbagai pihak, karena ane railfans maka gak ada salahnya jika ane sedikit berkomentas ttg PLH di petarukan.
Analisis ane kenapa Argo bromo tidak anjlok saat menabrak Senja utama Semarang dengan kecepatan tinggi di Jalur 3 stasiun Petarukan.
Untuk Saat ini, stasiun Petarukan merupakan stasiun kecil yg mempunyai 3 jalur. dengan spesifikasi jalur sebagai berikut :
Dari arah Tegal Jalur sudah Double Track, sedangkan dari arah pekalongan jalur masih single track sehingga untuk antara stasiun pekalongan - petarukan kereta dari 2 arah.
Stasiun Petarukan merupakan Penghabisan/Akhir dari jalur Double Track menuju Singgle Track. sedangkan dari Petarukan menuju Pekalongan sedang dalam proses pembangun jalur Double Track.
Semua jalur di stasiun Petarukan bisa di isi oleh kereta api dari tegal maupun dari pekalongan.
Jalur KA di stasiun petarukan jika di pantau dari arah pekalongan :
1. Jalur 2 merupakan spoor lurus [jalur utama]
2. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya.
3. Jalur 3 merupakan spoor belok/percabangan dari jalur 2 [jalur ini nantinya akan menjadi spoor lurus dari arah Tegal [pembangunan masih dalam proses]
Jalur KA di stasiun Petarukan jika di pantau dari arah Tegal:
1. jalur 1 merupakan spoor belok/percabangan dari dari jalur 2 yg normalnya di isi oleh kereta yg dari arah pekalongan jika kereta tersebut akan di susul kereta di belakangnya. Jalur 1 ini juga bisa di isi Kereta dari arah tegal karena ada wesel yg dari spoor lurus [jalur 3 yg mengarah ke jalur 2 lalu ke jalur 1].
2. Jalur 2 Merupakan Spoor lurus dari arah pekalongan, dan spoor belok dari arah Tegal.
3. Jalur 3 Merupakan Spoor lurus dari arah Tegal dan di ujung jalur ini [pada stasiun petarukan] akan membelok dan bersatu dengan jalur 2.
untuk lebih jelasnya, mari kita saksikan simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan, cekidoooooooooootttttttttt............
[spoiler=simulasi jalur kereta api di stasiun petarukan]
[/spoiler]
Seandainya pada saat itu ane yg bertugas sbg PPKA Stasiun Petarukan [khayal mode ON], maka Senja utama bakal ane taro di jalur 1. dan mempersilahkan Argo Bromo anggrek berjalan langsung di jalur 3 [kalo masinis argo bromo dalam keadaan sadar, maka di akan berjalan dengan taspat gak lebih dari 30 Km/J mengingat ada belokan di ujung stasiun petarukan]
Seandainya masinis ABA yg sedang menjalankan keretanya dengan kecepatan tinggi itu Ketiduran, dan PPKA Petarukan mengarahkan ABA berjalan langsung di jalur 2 stasiun Petarukan, maka yg terjadi adalah ABA Akan Anjlok [ada kemungkinan Gerbong belakang Senja utama dan emplasemen stasiun menjadi korban]
sambil menanti keputusan KNKT mengenai PLH Petarukan, ada baiknya kita mendoakan semoga korban di ampuni segala dosanya dan di terima segala bentuk ibadahnya, untuk seluruh keluarga korban di beri ketabahan yg kuat, dan semoga tidak akan terjadi lagi PLH dalam dunia Transportasi di Dunia ini, Amiieeennn...
*Kecepatan maksimal kereta saat melewati Spoor belok/percabangan adalah 30 Km/J
*Jarak yg di butuhkan Kereta yg berjalan 100 Km/J hingga berhenti hingga 0 Km/J adalah 800-an Meter.
_______________________________________________________-CMIIW
penjelasannya sangat bagus......dan memang seperti itulah kejadian di lapangan.......
sinyal keluar arah pekalongan itu hanya ada di jalur 1 dan 3 sehingga kalo mau menyusul harus di jalur 1 atau di jalur 3......
nah....mungkin pada waktu itu, KA 4 ABA harus melakukan penyusulan melewati sepur 1, menurut reglemen kalo melakukan penyusulan menyeberang jalur gitu harus berhenti di sinyal merah, setelah PPKA yakin posisi KA sudah berhenti, barulah dia bisa mengubah wesel dan mengubah posisi sinyal jadi kuning.....namun ternyata ABA malah nerobos sinyal hingga akhirnya menabrak
perlu diketaui aja, jarak dari sinyal sampe posisi gerbong terakhir SU hanya sekitar 400 meter saja.......mau di rem se emergency apapun tidak akan bisa menghindari tabrakan.......
yah.....lebih baik menunggu hasil olah TKP dari KNKT........
biar semuanya jelas.......
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
untuk CC20340 kemungkinan dibawa ke BY Pengok, lalu dicuci bersih dan diperbaiki bagian mukanya sama kaca kabin yg pecah.......
![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)
My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks
My videos on www.youtube.com/user/cc20409

![[Image: PTKedit.jpg]](http://i589.photobucket.com/albums/ss338/RaiderFU150/PTKedit.jpg)