30-09-2010, 09:56 PM
(This post was last modified: 30-09-2010, 10:00 PM by ariefbudi125434.)
(30-09-2010, 02:21 PM)m_ilhami Wrote: @bagus
Sekarang kelebihannya apa..ke palangkaraya mau kesana pakai apa? Nanti kita mau ngurus visa aja harus ke kedubes amerika, harus pake pesawat. Akhirnya jadi ekonomi biaya tinggi bagi pemerintah dan rakyatnya. Presidennya sedikit perlu aja naik pesawat melulu, jadi pemborosan.
Kita jgn lihat cuma geografis nya. Penduduk itu kebanyakan di jawa, sumatera. Itu yang harus lebih diperhatikan. Orang daerah juga nggak kreatif, taunya Jakarta doang, Pinter dikit kuliah ke ITB, UI, trus kerja di Jakarta.
sory bro, nanggapinya sambil santai ya..jgn gampang tersinggung
ya itu, penduduk kebanyakan di Jawa n Sumatra krn 2 pulau itu maju pembangunnnya bro.
klo ibukota pindah ke luar Jawa n Sumatra (misal palangkaraya), setidaknya ada pemerataan pembangunan bro. Diharapkan muncul pusat pertumbuhan ekonomi baru n mendorong pembangunan di kawasan yang belum maju, 2 hal yg tak akan terwujud jika ibukota masih di Jawa ato Sumatra.
oh ya, suruh pemerintah bangun sekalian jaringan rel KA di kalimantan. jawa n sumatra maju kan krn ada rel KA nya juga.


