15-12-2008, 03:14 PM
Sebenarnya KA hybrid bukan hal baru, terutama di negara2 maju. Udah terdapat beberapa KA hybrid yg. berhasil dijalankan. Tetapi pengoperasian secara berjadwal, kalo ada, masih minim. Salah satu alasannya karena baik akselerasi maupun kecepatannya masih kalah dibandingkan dgn. KA bertenaga konvensional seperti diesel dan listrik. Ini belum termasuk biaya investasi pengadaan sumber tenaga hybrid yg. masih mahal (ini buat negara2 maju). Jadi, negara2 maju tersebut masih agak hati2 dalam penerapannya dan penelitiannya masih berlanjut.
Sebagai tambahan, sebagian besar pembangkit menghasilkan tenaga listrik masih mengandalkan migas dan batu bara untuk menghasilkan tenaga listrik untuk kebutuhan rumah tangga dan transportasi (termasuk KRL). Mungkin ini merupakan salah satu faktor kenapa pemerintah masih mikir2 utk. mengelektrifikasi berbagai jaringan rel utama di Indonesia.
Sebagai tambahan, sebagian besar pembangkit menghasilkan tenaga listrik masih mengandalkan migas dan batu bara untuk menghasilkan tenaga listrik untuk kebutuhan rumah tangga dan transportasi (termasuk KRL). Mungkin ini merupakan salah satu faktor kenapa pemerintah masih mikir2 utk. mengelektrifikasi berbagai jaringan rel utama di Indonesia.
