23-09-2010, 10:11 AM
(21-09-2010, 09:07 PM)sepur_lori Wrote: Waaah kondisinya sdh babak belur ini, kegiatan gilingnya PG Semboro sdh rampung ya? Kok tdk ada lok yg nampang...Chabar BB 15, C 29 ama 2 loko susu C 2 dan C 3 gimana mas Hamdy?
Y sperti inilah kondisi lori tebu kita, kalo hasil tebu sdh dianggap tdk njanjeni lagi para petani beralih ke komoditas lain spt palawija dst. Hal inilah yg bisa membunuh operasional lori, kasihan banget...Info terakhir operasional lok uap di PG Asembagus sekitar achir Agustus lalu distop utk digantikan lok diesel.
kalau saya mendengarkan keluh kesah para pegawai pabrik gula mereka pada mengeluhkan tentang sulitnya untuk mencari tebu dikarenakan minat para petani yang sudah tidak tertarik lagi untuk menanam tebu karena kurang menguntungkan, nah dari permasalahan itu kalo' terjadi dalam jangka waktu yang lama efeknya pabrik gula kekurangan bahan dan berdampak pada penutupan pabrik gula satu demi satu, itu yang tidak kita sadari bahwa akan berdampak juga kepada kelangsungan hidup loko uap koleksi negara kita ini, beberapa waktu lalu sudah saya lemparkan sebuah wacana diskusi di facebook2 pecinta kereta uap tapi ga' ada respon,bahwa kita harus merubah keadaan ini yang mana dengan membicarakan langkah yang konkrit bahwa sumbernya dari tebu sebagai bahan utama, makanya saya punya gagasan untuk kerjasama dengan dinas pertanian serta semua perguruan tinggi fakultas pertanian untuk mencoba mengadakan penelitian & pengembangan tentang kwalitas tebu dan untuk rekayasa genetika sehingga bisa memperoleh varian baru bibit tebu yang bisa cepat dipanen & berkwalitas bagus, dan kalo' bisa hasil terbaik ato hak cipta dibeli oleh dinas pertanian dan dikembangkan untuk ditanam,sehingga bertanam tebu bisa menjadi primadona bagi para petani untuk mendapatkan hasil ato keuntungan yang memadai, itu nanti efeknya saya kira besar bagi bangsa ini yaitu dari segi pemenuhan kebutuhan gula nasional yang mana produksi nasional masih kekurangan sekitar 1juta ton per tahun akan tercukupi, yang kedua akan berdampak pada ketenaga kerjaan yang akan bisa menyerap lebih besar, yang ketiga pabrik gula yang ada bisa tetap bertahan syukur bisa menghidupkan yang sudah mati, yang keempat tentunya loko uap akan selalu bisa kita lihat mondar-mandir setiap saat karena kesibukannya untuk proses giling seperti kita lihat sejarah bangsa ini kira2 100 tahun yang lalu, bahwa indonesia adalah termasuk pusat produksi gula terbesar dunia...
kangen....


Info terakhir operasional lok uap di PG Asembagus sekitar achir Agustus lalu distop utk digantikan lok diesel.