08-09-2010, 08:32 PM
boleh cerita sedikit nih...
kemarin sore ane mudik dari SMT ke SLO pake pandanwangi dengan 3 gerbong KRD push-pull formasinya KRD putih-abu2-oranye mengapit KRD Maho sebagai gerbong biasa (mesinnya dimatiin)...
pas petak SMT-Tanggung lancar2 aja, ternya ta pas mw nyampe stasiun Tanggung mesin KRD paling belakang yg saya tumpangi mati...
otomatis KRD cuma berjalan dengan 1 mesin yg ada yg paling depan menarik 2 gerbong dibelakangnya yg kondisinya penuh sesak, untung KRD tersebut baru aja PA dan masih kinclong banget plus mesinnya yang oke punya....
otomatis KA ini jalannya kayak siput ditambah petak tanggung-kedungjati yg menanjak agak berat plus kondisi hujan deras hampir aja KRD ini gak kuat dan slip. memang dulu saya juga pernah naik KRD pandanwangi lalu slip di petak ini padahal mesinnya hidup semua (untung sehabis itu KRD ini mundur ke stasiun tanggung dan menggeber sekencang2nya, padahal rel sdang diperbaiki, dan akhirnya lepas dari tanjakan yg lumayan curam tersebut).
kembali ke cerita, KA ini mengendalkan gradien petak tanggung-kedung jati yg naik-turun, saat melewati turunan, KA ini seperti di "mblandangke" gitu aja
Petak kedungjati-padas-telawa kondisinya menurun terus, otomatis KA ini berjalan "agak" normal. saat kres dengan KA brantas di telawa KRD paling belakang mesinnya bisa dihidupkan lagi, abis itu gak tanggung2, petak Telawa-karangsono-gundih digeber 60-90km/jam (walaupun setiap stasiun berhenti) mungkin kondisi turunan jadi KRD ini mampu menembus kecepatan di atas 80 km/jam. melewati petak gundih-goprak-sumberlawang kecepatan dikurangi menjadi sekitar 50 km/jam coz kondisinya agak labil, selepas sumberlawang KA kembali digeber sampai solobalapan (tiap stasiun berhenti), mungkin kalo tidak dihitung kres sama KA bangunkarta di kalioso yg makan waktu sampai 20 menit bisa tepat waktu tuh KA favoritku ini...
sampai SLO gak seperti biasanya KA ini berhenti di jalur 5, ternyata sudah ada KA senja utama ekstra lebaran di jalur 6...
![[Image: fotocakep012.jpg]](http://img268.imageshack.us/img268/1751/fotocakep012.jpg)
Uploaded with ImageShack.us
![[Image: fotocakep024.jpg]](http://img94.imageshack.us/img94/2227/fotocakep024.jpg)
Uploaded with ImageShack.us
sekian cerita mudik saya

kemarin sore ane mudik dari SMT ke SLO pake pandanwangi dengan 3 gerbong KRD push-pull formasinya KRD putih-abu2-oranye mengapit KRD Maho sebagai gerbong biasa (mesinnya dimatiin)...
pas petak SMT-Tanggung lancar2 aja, ternya ta pas mw nyampe stasiun Tanggung mesin KRD paling belakang yg saya tumpangi mati...
otomatis KRD cuma berjalan dengan 1 mesin yg ada yg paling depan menarik 2 gerbong dibelakangnya yg kondisinya penuh sesak, untung KRD tersebut baru aja PA dan masih kinclong banget plus mesinnya yang oke punya....
otomatis KA ini jalannya kayak siput ditambah petak tanggung-kedungjati yg menanjak agak berat plus kondisi hujan deras hampir aja KRD ini gak kuat dan slip. memang dulu saya juga pernah naik KRD pandanwangi lalu slip di petak ini padahal mesinnya hidup semua (untung sehabis itu KRD ini mundur ke stasiun tanggung dan menggeber sekencang2nya, padahal rel sdang diperbaiki, dan akhirnya lepas dari tanjakan yg lumayan curam tersebut).
kembali ke cerita, KA ini mengendalkan gradien petak tanggung-kedung jati yg naik-turun, saat melewati turunan, KA ini seperti di "mblandangke" gitu aja

Petak kedungjati-padas-telawa kondisinya menurun terus, otomatis KA ini berjalan "agak" normal. saat kres dengan KA brantas di telawa KRD paling belakang mesinnya bisa dihidupkan lagi, abis itu gak tanggung2, petak Telawa-karangsono-gundih digeber 60-90km/jam (walaupun setiap stasiun berhenti) mungkin kondisi turunan jadi KRD ini mampu menembus kecepatan di atas 80 km/jam. melewati petak gundih-goprak-sumberlawang kecepatan dikurangi menjadi sekitar 50 km/jam coz kondisinya agak labil, selepas sumberlawang KA kembali digeber sampai solobalapan (tiap stasiun berhenti), mungkin kalo tidak dihitung kres sama KA bangunkarta di kalioso yg makan waktu sampai 20 menit bisa tepat waktu tuh KA favoritku ini...
sampai SLO gak seperti biasanya KA ini berhenti di jalur 5, ternyata sudah ada KA senja utama ekstra lebaran di jalur 6...
![[Image: fotocakep012.jpg]](http://img268.imageshack.us/img268/1751/fotocakep012.jpg)
Uploaded with ImageShack.us
![[Image: fotocakep024.jpg]](http://img94.imageshack.us/img94/2227/fotocakep024.jpg)
Uploaded with ImageShack.us
sekian cerita mudik saya

Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri

