31-07-2010, 06:46 AM
rasanya klo mo membahas seputar ini juga, mendingan jangan buat thread lagi kang
kan uda ada tu thread dkuanya (kjadian yg d PLB maupun d MRI) itu threadkan d buat untuk mengusut sampe tuntas mulai dari waktu & tempat detail kjadian perkaranya, kronologisnya, keadaan terakhirnya, tindakan2 yg d ambil, sampe pada penyebab kjadiannya.
Jadi klo bole kata si buat om momod, lebi baek d gabung aja jadi 1 dalem sala 1 ato sklian kdua thread bersangkutan.
klo soal knapa bisa terjadi anjlok d kdua tempat itu terutama MRI, yg biasanya terjadi ya karna over taspat (speed) karna memang mulai dari JNG hingga MRI kan tracknya memang curving/menikung menanjak (meskipun gradiennya tidak terlalu tinggi namun kemiringannya cukup dahsyat) sedangkan kereta berboggie K9 memang hanya d rancang untuk track yg lurus, tidak menanjak & tidak curving dengan curam (klo toh melewati medan sperti itu bisa aja, tapi harus pelan) jadi saat kmaren melewati petak JNG-MRI tampaknya KA melaju melebihi taspat, maka terjadilah PLH
Apa lagi itu yg anjlok d MRI kan KA 3 keberangkatan SBI (29/07/10) jam 20.00 tapi sampe d JNG aja baru keesokan sorenya karna dia tertahan d PLB lokasi anjloknya KA 2, jadi mungkin mass berpikir secepat mungkin melajukan KAnya karna suda terlalu telat, sementara luput dari perhatian bahwa KA itu uda melebihi batas kemampuannya bkerja (uda seharusnya d istirahatkan karna hampir menempuh perjalanan 18jam lebi) kasian penumpang yg bertahan.
sedangkan klo kasus yg d PLB klo ga sala track d petak PLB-KNS ga jau beda juga dengan JNG yg memiliki curve yg cukup hebat (CMIIW)
tapi ini hanya dugaan semata, karna kembali lagi yg berhak memutuskan adalah pihak KNKT yg menyelidiki langsung & mengerti diagnosanya. apa yg gw bilang ini si semata mata berdasarkan pantauan sekilas saja & pengalaman dari PLH anggrek yg sblom2nya
kan uda ada tu thread dkuanya (kjadian yg d PLB maupun d MRI) itu threadkan d buat untuk mengusut sampe tuntas mulai dari waktu & tempat detail kjadian perkaranya, kronologisnya, keadaan terakhirnya, tindakan2 yg d ambil, sampe pada penyebab kjadiannya.
Jadi klo bole kata si buat om momod, lebi baek d gabung aja jadi 1 dalem sala 1 ato sklian kdua thread bersangkutan.
klo soal knapa bisa terjadi anjlok d kdua tempat itu terutama MRI, yg biasanya terjadi ya karna over taspat (speed) karna memang mulai dari JNG hingga MRI kan tracknya memang curving/menikung menanjak (meskipun gradiennya tidak terlalu tinggi namun kemiringannya cukup dahsyat) sedangkan kereta berboggie K9 memang hanya d rancang untuk track yg lurus, tidak menanjak & tidak curving dengan curam (klo toh melewati medan sperti itu bisa aja, tapi harus pelan) jadi saat kmaren melewati petak JNG-MRI tampaknya KA melaju melebihi taspat, maka terjadilah PLH
Apa lagi itu yg anjlok d MRI kan KA 3 keberangkatan SBI (29/07/10) jam 20.00 tapi sampe d JNG aja baru keesokan sorenya karna dia tertahan d PLB lokasi anjloknya KA 2, jadi mungkin mass berpikir secepat mungkin melajukan KAnya karna suda terlalu telat, sementara luput dari perhatian bahwa KA itu uda melebihi batas kemampuannya bkerja (uda seharusnya d istirahatkan karna hampir menempuh perjalanan 18jam lebi) kasian penumpang yg bertahan.
sedangkan klo kasus yg d PLB klo ga sala track d petak PLB-KNS ga jau beda juga dengan JNG yg memiliki curve yg cukup hebat (CMIIW)
tapi ini hanya dugaan semata, karna kembali lagi yg berhak memutuskan adalah pihak KNKT yg menyelidiki langsung & mengerti diagnosanya. apa yg gw bilang ini si semata mata berdasarkan pantauan sekilas saja & pengalaman dari PLH anggrek yg sblom2nya
