26-07-2010, 12:11 AM
(25-05-2010, 10:20 AM)Charles Wrote: [spoiler]
Sejarah KRL Jabodetabek:
1976
Dinas perdana armada KRL rheostatik 2 pintu mild steel, dengan batch KL3-76xxx, kerjasama Nippon Sharyou dengan INKA sebagai pelopor armada komuter listrik, dan armadanya terus bertambah hingga 1978 dengan batch KL3-78xxx.
1982
Dinas perdana armada KRL rheostatik 3 pintu mild steel, dengan batch KL3-82xxx, kerjasama Nippon Sharyou dengan INKA, dan armadanya terus bertambah hingga 1984 dengan batch KL3-83xxx dan KL3-84xxx.
1986
Dinas perdana armada KRL rheostatik 3 pintu stainless steel dengan batch KL3-86xxx, kerjasama Nippon Sharyou dengan INKA, dan armadanya terus bertambah hingga 1987 dengan batch KL3-86xxx dan KL3-87xxx.
1992
a. Dinas perdana armada KRL VVVF-GTO 3 pintu stainless steel dengan batch KL3-92xxx, kerjasama ABB-Hyundai dengan INKA, dengan batch KL3-92xxx untuk lintas JAKK-BKS.
b. (Perkiraan) Jalur layang MRI-JAKK mulai dibangun (CMIIW).
1993
Dinas perdana armada KRL VVVF-GTO 3 pintu stainless steel dengan batch KL3-92xxx, kerjasama ABB-Hyundai dengan INKA, dengan batch KL3-93xxx untuk lintas JAKK-BOO.
1994
a. Dinas perdana armada KRL VVVF-IGBT 3 pintu mild steel (CMIIW) dengan batch KL3-94xxx, kerjasama BN/Holec dengan INKA.
b. Penggabungan dua armada KRL ABB Hyundai KL3-92xxx dan KL3-93xxx menjadi 1 rangkaian.
c. PLH antar KRL rheostatik di Ratu Jaya menyebabkan rangkaian KL3-84108F dan KL3-86118F digabungkan menjadi satu rangkaian.
1995
a. PLH antara BN/Holec dengan ABB Hyundai di KPB, menyebabkan ABB Hyundai TSGO selama 4 tahun.
b. (Perkiraan) Jalur layang MRI-JAKK selesai dibangun (CMIIW).
1997
Dinas perdana armada KRL VVVF-IGBT 3 pintu mild steel (CMIIW) dengan batch KL3-97xxx, kerjasama BN/Holec dengan INKA, armadanya terus bertambah hingga tahun 2002 dengan batch KL3-97xxx hingga KL3-2002xxx.
1999
KRL ABB Hyundai mulai kembali berdinas setelah mangkrak selama 4 tahun.
2000
a. KRL eks Jepang pertama, Toei 6000 hibah pemerintah Jepang asal Mita Line masuk ke Indonesia sebanyak 72 unit.
b. KRL ABB Hyundai berhenti beroperasi secara permanen.
2001
KRL-I, KRL murni buatan INKA mulai dibuat dan dioperasikan dengan jumlah 2 set rangkaian @ 4 kereta.
2004
a. KRL eks JR East 103 asal Musashino Line masuk ke Indonesia sebanyak 4 set rangkaian @ 4 kereta.
b. KRL eks Tokyu 8000 asal Toyoko Line masuk ke Indonesia sebanyak 3 set rangkaian @ 8 kereta.
2005
KRL eks Tokyo Metro 5000 dan Toyo Rapid 1000 asal Tozai Line masuk ke Indonesia dengan masing-masing seri sebanyak 3 set rangkaian @ 10 kereta, di mana selanjutnya kereta ke-7 dan ke-8 dilepas sehingga menjadi 8 kereta.
2006
KRL eks Tokyu 8500 asal Denentoshi Line masuk ke Indonesia sebanyak 3 set rangkaian @ 8 kereta, yaitu 8604F, 8608F dan 8611F di mana 8604F mengawali dinas di lintas BKS sedangkan 8608F mengawali dinas di lintas BOO.
2007
KRL eks Tokyu 8500 asal Denentoshi Line kembali masuk ke Indonesia sebanyak 2 set rangkaian @ 8 kereta, yaitu 8607F dan 8610F, di mana 8607F awalnya untuk lintas BKS (sekarang BOO) dan 8610F untuk lintas BOO.
2008
KRL eks Tokyu 8500 asal Denentoshi Line kembali masuk ke Indonesia sebanyak 2 set rangkaian @ 8 kereta, yaitu 8612F dan 8618F, di mana 8612F awalnya untuk lintas BOO (sekarang BKS) dan 8618F untuk lintas BKS.
2009
a. KRL eks Tokyu 8500 asal Denentoshi Line kembali masuk ke Indonesia sebanyak 1 set rangkaian @ 8 kereta, yaitu 8613F, yang mana KRL ini dimiliki oleh PT. KCJ dengan julukan "JALITA".
b. Modifikasi dan retrofit KRL rheostatik KL3-78114F menjadi "Djoko Lelono" dilakukan.
c. Ciliwung Blue Line berhenti beroperasi, jalur TPK-PSE mulai kembali aktif setelah lama jalur tsb mati.
PLH:
a. 265 Depeks dengan Toyo Rapid 06F ditabrak dari belakang oleh 523 ekonomi dengan KRL Holec, menyebabkan 06F harus di-PA lebih dini.
b. PLH antara lokomotif CC 20176R (CMIIW) JNG dengan 6181F di belakang Mangga Dua Square KMO, dua kereta belakang 6181F rusak ringan.
c. PLH Kebon Pedes antara Holec dengan 6151F menyebabkan 3 kereta terdepan 6151F remuk, dan rangkaian 6181F digabung dengan 6151F menjadi 6 kereta untuk berdinas kembali.
d. PLH antara lokomotif CC 201 (saya lupa nomornya) dengan KRL rheostatik @ JUA.
2010
a. KRL eks Tokyo Metro 7000 asal Yurakucho Line masuk ke Indonesia sebanyak 4 set rangkaian @ 10 kereta, yaitu 7117F, 7121F s/d 7123F, hingga saat ini pengiriman masih berlangsung di mana 7122F dan 7123F masih berada di Jepang.
b. Rangkaian 6151F yang hancur akibat PLH diretrofit sehingga dapat berdinas kembali dengan nama "Djoko Lelono 2", yang hanya memiliki 4 kereta, sedangkan 2 kereta yang remuk tidak dioperasikan.
c. Rangkaian KRL-I eks Ciliwung Blue Line diubah menjadi "Djoko Lelono 3".
Mohon ditambahkan apabila ada yang kurang...[/spoiler]
hitachi kok gak masuk listing...????

