20-07-2010, 10:40 AM
(This post was last modified: 20-07-2010, 10:47 AM by debi4n_us3r.)
dikutip dari Pikiran Rakyat , Selasa 20 Juli 2010
Quote:Tabrakan Kereta, 61 Tewas
Kecelakaan bukan Diakibatkan Sabotase
Sainthia, (PR).-
Satu kereta api cepat menabrak bagia belakang kereta api cepat penumpang lainnya yang sedang berhenti di Stasiun Sainthia di Distrik Birbhum, India bagian timur, Senin (19/7). Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 61 orang, sedangkan sejumlah penumpang lainnya terperangkap di dalam gerbong yang hancur.
Stasiun Santhia terletak sekitar 260 kilometer dari arah utara ibukota negara bagian Bengala barat , Kolkata. Kerasnya tabrakan menyebabkan satu gerbong terangkat ke atas dari jalurnya.
Korban tewas dan puluhan lainnya yang luka - luka dievakuasi dari dalam gerbong yang hancur oleh petugas penanganan keadaan darurat. Sementara puluhan warga terlihat berkerumun di lokasi kejadian.
"Korban tewas meningkat menjadi 61 orang. Sebagian mayat masih terperangkap di antara gerbong." kata seorang menteri di negara bagian Bengala Barat, Mortaza Hossain kepada wartawan di Kolkata.
Jumlah korban yang luka telah melebihi kapasitas tempat perwatan di rumah sakit di wilayah Sainthia dam Suri. "Korban luka terpaksa ditempatkan di lantai ruang penanganan darurat rumah sakit." kata Samir Nandi yang sedang menengok saudara kembarnya yang terluka.
Belum diperoleh keterangan mengenai penyebab kecelakaan yang terjadi pada pukul 2.00 dini hari waktu setempat itu, Saat itu, sebagian besar penumpang kereta api cepat tertidur pulas.
Menteri Kereta Api, Mamata Banerjee menepis kemungkinan adanya sabotase dalam insiden tersebut. Dugaan sementara, secara teoritis kecelakaan terjadi karena masinis kereta api cepat gagal atau tidak menerima isyarat.
"Kami masih belum bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab terjadinya insiden tersebut," kata Barjenee yang berasal dari negara bagian Bengala Barat kepada wartawan sebelum berangkat ke lokasi kejadian.
Banerjee mengumumkan kompensasi sebesar 500.000 rupee (10.500 dolar AS) bagi korban tewas dan sebesar 100.000 rupee untuk korban yang mengalami luka.
Bukan Sabotase
Insiden kecelakaan kereta api ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Pada Mei lalu hampir 150 orang tewas ketika kereta api cepat dari Kolkata tergelincir dari relnya dan menghantam kereta api lainnya yang datang dari arah yang berlawanan dari jalur sebelahnya.
Sejumlah pejabat kepolisian menuding insiden ini terjadi akbiat sabotase kelompok pemberontak Maois. Akan tetapi, insiden kali ini tidak ditudingkan kepada pemberontak.
Kereta Api masih merupakan alat transportasi alternatif utama untuk menempuh perjalanan jarak jauh di India, meskipun mendapat saingan ketat dari pesawat terbang. Setiap harinya , kereta api mengangkut 18,5 juta orang.
Setiap tahunnya terdapat ratusan kecelakaan kereta api, meskipun dalam lima tahun terakhir angka kecelakaan serius mengalami penurunan.
Pada 2002, sedikitnya 100 orang tewas dan 150 terluka ketika satu kereta terjun ke sungai di timur laut negara bagian Bihar. Pada 1995, lebih dari tiga ratus orang tewas dalam tabrakan kereta di dekat Ferozabad, tidak jauh dari Taj Mahal. (AFP/A-43)***
